Jakarta, tvOnenews.com - Mahkota pusaka Binokasih Sanghyang Pake resmi kembali ke Keraton Sumedang Larang setelah menjalani kirab budaya yang melintasi sembilan kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Prosesi penyerahan mahkota peninggalan Kerajaan Sunda itu dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.
Upacara adat berlangsung dengan penuh khidmat di Gedung Negara Sumedang sebelum benda bersejarah tersebut dibawa kembali ke Museum Prabu Geusan Ulun sebagai tempat penyimpanannya.
Kirab Mahkota Binokasih menjadi bagian dari rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang digelar untuk mempererat hubungan antarwilayah di Jawa Barat sekaligus mengenalkan sejarah dan budaya Sunda kepada generasi muda.
Selama perjalanan kirab berlangsung, mahkota yang berstatus benda cagar budaya itu mendapat pengamanan khusus. Pengawalan ketat diterapkan demi memastikan kondisi fisik pusaka tetap terjaga hingga kembali ke Sumedang.
Dalam kesempatan itu, KDM menyebut kegiatan budaya tersebut tidak hanya bernilai historis dan tradisional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata di daerah.
"Coba lihat hotel-hotel penuh, orang yang berkunjung ke Jawa Barat makin meningkat, dan beberapa daerah mulai nampak bersih," ujar KDM.
Dedi Mulyadi menilai momentum kirab budaya harus menjadi pemicu bagi daerah-daerah di Jawa Barat untuk memperbaiki kebersihan dan tata lingkungan kawasan masing-masing.
Menurutnya, penataan kawasan budaya juga penting dilakukan agar daya tarik wisata semakin kuat. Ia mencontohkan kondisi keraton di Cirebon yang saat ini dinilai kurang memiliki ruang terbuka karena dikelilingi bangunan modern yang tidak serasi dengan lingkungan keraton.
"Kedepan, seluruh bangunan yang ada di sekitar keraton itu harus selaras, baru akan melahirkan gelombang publik untuk datang berkunjung," ujar Dedi Mulyadi
KDM juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat tidak hanya fokus mengejar jumlah wisatawan. Ia menegaskan penataan wilayah dan kualitas lingkungan harus menjadi prioritas utama.
"Yang paling utama kita jangan dulu berpikir wisata, jangan dulu berpikir orang berkunjung. Satu saja, kita urus lembur kita, kota ditata. Sudah saja itu dulu, nanti setelah itu nanti ada hikmah," terang Dedi Mulyadi. (nba)




