Jakarta, tvOnenews.com Presiden UEFA, Aleksandar Ceferin, resmi mengumumkan rencana perubahan format untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030. UEFA Nations League juga berpotensi kena dampak dari keputusan ini.
Piala Dunia 2026 baru akan dimulai pada bulan depan. FIFA memperkenalkan turnamen baru dengan 48 peserta, yang mana lebih besar daripada sebelumnya yang berjumlah 32 peserta saja.
Untuk Piala Dunia 2030, ada kemungkinan FIFA untuk memperlebarnya menjadi semakin besar. Ada 64 tim yang bisa lolos ke putaran final, namun keputusan ini belum diumumkan secara resmi.
Walaupun demikian, UEFA sudah resmi mempersiapkan diri untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030. Ceferin mengumumkan perubahan format untuk edisi satu abad Piala Dunia tersebut.
Nantinya, babak kualifikasi akan dimainkan dengan gaya yang mirip dengan Liga Champions saat ini. Ada beberapa liga yang akan dibagi berdasarkan dengan peringkat setiap negara.
Sebanyak 36 tim dengan ranking tertinggi akan masuk dalam Liga A yang dibagi dalam tiga grup. Masing-masing dari mereka akan memainkan enam pertandingan dengan format yang serupa seperti Liga Champions di fase liga pada dua musim terakhir.
Sedangkan Liga B akan dibagi menjadi tiga grup yang terdiri dari enam tim. Atau, ada kemungkinan pula dibagi menjadi dua grup dengan enam tim dan satu grup lainnya terdiri dari tujuh tim.
Detail lebih lanjut mengenai kualifikasi masih belum diputuskan. Namun, formatnya sudah ditentukan, sebagaimana dilaporkan oleh Independent.
UEFA mengonfirmasi bahwa tiga juara grup di Liga A akan lolos langsung ke putaran final Piala Eropa dan juga Piala Dunia. Sedangkan sisanya akan memainkan partai playoff yang melibatkan tim-tim yang gagal menjadi juara grup.
Komite Eksekutif UEFA diharapkan untuk mengetok palu untuk format baru ini pada bulan September nanti. Kualifikasi ini akan digunakan secara sekaligus untuk Piala Eropa dan Piala Dunia.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengungkap alasannya untuk mengubah format tersebut. Dia menerangkan bahwa ini adalah untuk meningkatkan level persaingan, dengan mengurangi sejumlah laga yang kurang berguna.
“Format baru ini akan meningkatkan keseimbangan kompetitif, mengurangi jumlah pertandingan yang tidak menarik, menawarkan kompetisi yang lebih menarik dan dinamis bagi penggemar, sekaligus memastikan peluang kualifikasi yang adil bagi semua tim dan tanpa menambah tanggal tambahan dalam kalender internasional,” kata Ceferin, dilansir Independent.




