MAKASSAR, FAJAR— Rahasia awet muda ternyata tidak melulu soal perawatan wajah atau skincare mahal. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa durasi tidur di malam hari memegang peranan krusial dalam memperlambat penuaan organ tubuh manusia.
Dirangkum dari Healthline, riset yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ternama, Nature, menemukan bahwa tidur dalam rentang 6 hingga 7,8 jam semalam adalah durasi paling ideal. Sebaliknya, kurang tidur atau bahkan terlalu banyak tidur justru bisa mempercepat proses penuaan pada otak dan organ tubuh lainnya.
Selama ini, kita hanya mengenal usia kronologis—yaitu jumlah tahun kita hidup. Namun, ada yang disebut usia biologis, yang mengukur seberapa cepat sel dan jaringan tubuh kita menua. Studi ini menggunakan metode canggih bernama “aging clocks” (jam penuaan) untuk memantau kondisi tersebut.
Kurang Tidur vs Kebanyakan Tidur: Mana yang Lebih Bahaya?
Penelitian yang menggunakan data dari setengah juta partisipan di UK Biobank ini mendefinisikan kurang tidur adalah di bawah 6 jam, sementara kebanyakan tidur adalah lebih dari 8 jam. Hasilnya mengejutkan: kedua kebiasaan ekstrem ini sama-sama mempercepat penuaan biologis.
“Tidur adalah fondasi utama untuk penuaan yang sehat dan umur panjang. Kabar baiknya, kebiasaan ini adalah sesuatu yang bisa kita ubah dan atur,” ujar Junhao Wen, PhD, asisten profesor ilmu radiologi di Columbia University sekaligus ketua tim peneliti, Mei 2026.
Dr. Sarathi Bhattacharyya, seorang spesialis kedokteran tidur di California, menjelaskan mengapa kurang tidur begitu berbahaya bagi tubuh. “Kurang tidur memicu gangguan sistem imun dan meningkatkan peradangan sistemik. Hal ini merusak perbaikan jaringan tubuh dan mengganggu keseimbangan energi,” jelasnya. Tak hanya itu, kurang tidur juga memicu stres pada sistem saraf yang mempercepat penuaan sel.
Lalu, mengapa terlalu banyak tidur juga buruk? Menurut para ahli, durasi tidur yang terlalu panjang sering kali menjadi indikator adanya penyakit terselubung (subclinical pathology) yang sedang terjadi di dalam tubuh, sehingga tubuh membutuhkan waktu istirahat yang tidak wajar.
Risiko Penyakit Kronis Menanti
Selain membuat tubuh “cepat tua”, pola tidur yang berantakan juga erat kaitannya dengan berbagai penyakit kronis berbahaya.
Dampak Kurang Tidur (Kurang dari 6 Jam):
- Gangguan otak (depresi dan kecemasan)
- Obesitas dan Diabetes Tipe 2
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Penyakit jantung iskemik dan aritmia (gangguan irama jantung)
Dampak Kurang & Kebanyakan Tidur:
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan Asma
- Gangguan pencernaan (seperti GERD dan maag)
Dr. Alex Dimitriu, spesialis psikiatri dan kedokteran tidur, menambahkan bahwa orang yang sedang sakit memang cenderung tidur lebih dari 8 jam. “Bagi mereka yang tidurnya terlalu lama, besar kemungkinan penyakitlah yang menyebabkan mereka tidur lama, bukan tidur lama yang menyebabkan penyakit,” katanya.
Berapa Durasi Tidur yang Anda Butuhkan?
Sebagai panduan umum, pusat pengendalian penyakit (CDC) merekomendasikan durasi tidur berdasarkan kelompok usia sebagai berikut:
Kelompok UsiaDurasi Tidur IdealUsia 18 – 60 TahunMinimal 7 jam semalamUsia 61 – 64 Tahun7 hingga 9 jam semalamUsia 65 Tahun ke Atas7 hingga 8 jam semalamTips Sederhana Memperbaiki Kualitas Tidur
Mendapatkan tidur berkualitas di tengah kesibukan harian memang menantang. Dr. Dimitriu menyarankan agar kita memberikan “jendela waktu” yang cukup untuk tubuh bersiap tidur.
“Meskipun targetnya 7 jam, berikan diri Anda waktu luang 8 jam di tempat tidur. Cobalah makan malam lebih awal, tenangkan pikiran sebelum tidur, dan matikan layar ponsel atau televisi lebih cepat agar Anda bisa mendapatkan tidur yang benar-benar berkualitas,” saran Dimitriu.
Selain itu, menjaga jam bangun tidur yang konsisten setiap pagi sangat penting untuk menstabilkan jam biologis (ritme sirkadian) tubuh Anda. Yuk, mulai malam ini, atur lagi jam tidurmu demi investasi kesehatan dan tetap awet muda! (*Nin)




