PADANG, KOMPAS — Video dugaan pungli terhadap bus yang disebut mengangkut rombongan mahasiswa Universitas Andalas di Jalur Lembah Anai, Sumatera Barat, viral di media sosial. Polres Padang Panjang tengah mencari pelaku dan memastikan pelaku bukan anggota polisi.
Video dugaan pungli salah satunya diunggah oleh akun Instagram @matasumbar24jam pada Rabu (20/5/2026). Video berdurasi 2 menit 28 detik pada malam hari itu menampilkan pria terduga pelaku pungli dan perempuan dari rombongan bus tengah bernegosiasi tarif untuk dapat lewat.
Percakapan mereka berlangsung dalam bahasa Minangkabau. ”Baa ndak baangkek telepon wak [Kenapa tidak diangkat telepon saya?] ”Ndak ado jaringan do, Pak. [Tidak ada jaringan, Pak.]” ”Sabanyak tadi selah. [Sebanyak tadi sajalah.]” “Ndak kurang lai do, Pak? [Tidak bisa kurang, Pak?]”
“Ampek sangah, ampek sangah, peklah. Lah kurang tu mah, kurang limopuluah tu ha. Limopuluah ribu wak ambiak tu nyo. [Baiklah, Rp 450.000. Sudah saya kurangi Rp 50.000. Cuma Rp 50.000 jatah saya itu.]”
Percakapan kemudian berlanjut dengan target pungli meminta nota atau kwitansi sebagai pertanggungjawaban kepada dosen. Namun, terduga pelaku pungli tidak punya dan menyarankan meminta nota di warung nasi. Di akhir video, terdengar target pungli membayar Rp 450.000 ke terduga pelaku.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang Ajun Komisaris Pifzen Finot, Kamis (21/5/2026), mengatakan, berdasarkan video itu, pelaku bukan anggota satlantas dan bukan anggota kepolisian.
“Setelah kami cari informasi, yang bersangkutan dulunya flag man (pengatur lalu lintas di proyek konstruksi) HKI (PT Hutama Karya Infrastruktur). Namun, kini dia tidak bekerja lagi sebagai flag man. Dan yang bersangkutan itu pemuda setempat,” kata Finot ketika dihubungi dari Padang.
Menurut Finot, lokasi kejadian dalam video itu memang di Jalur Lembah Anai. Namun, belum dapat dipastikan lokasi persisnya, apakah di dekat portal atau di ujung jalur.
“Dari pihak reskrim (reserse kriminal), juga sedang menelusuri yang bersangkutan,” ujar Finot.
Finot menambahkan, kepolisian menolak tegas dugaan keterlibatan praktik pungli tersebut. “Kalau dari video yang beredar, tidak (terlihat) ada anggota kami yang terlibat,” katanya.
Hingga saat ini, proses perbaikan Jalan Nasional Padang-Bukittinggi di Lembah Anai yang rusak akibat banjir bandang pada 27 November 2025 masih berlangsung. Namun, sejak momen Lebaran, hanya kendaraan roda dua dan roda empat yang diperbolehkan lewat.
Finot menyebut, kendaraan roda enam atau lebih tidak diperbolehkan lewat karena masih ada alat-alat berat yang bekerja. Kendaraan roda enam atau lebih yang boleh lewat hanya untuk situasi atau keperluan darurat dan mesti mendapatkan izin Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar atau PT HKI serta dikawal oleh polisi lalu lintas.
“Seperti rombongan bus jemaah haji kemarin, itu kami kawal,” ujar Finot. Selain itu, kendaraan roda enam atau lebih yang sudah mendapat izin khusus dari BPJN Sumbar atau HKI juga diperbolehkan lewat, seperti truk proyek dan truk Pertamina.
Kalau dari video yang beredar, tidak (terlihat) ada anggota kami yang terlibat
Terkait rombongan yang diduga jadi korban pungli, Finot menyebut, berdasarkan video, diperkirakan mereka menumpangi bus medium roda enam dengan kapasitas 30-40 orang. Bus itu semestinya memang tidak boleh lewat, kecuali telah mendapatkan izin untuk keperluan darurat.
“Yang jelas, pelaku yang meminta uang itu salah. Yang ini (rombongan) juga salah, kenapa lewat sana dan mau diiming-imingi. Namun, demikian, kami tetap tidak menoleransi kegiatan-kegiatan tersebut, apalagi sampai dilakukan pungli,” kata Finot.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Komisaris Besar Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, ia sudah meminta Kasat Lantas dan Kapolres Padang Panjang agar kejadian dugaan pungli di Jalur Lembah Anai tidak terulang kembali.
“Saya sampaikan ke Kapolres dan Kasat Lantas, coba diantisipasi. Sampaikan ke HKI juga, jangan sampai terulang lagi,” kata Reza.
Kompas berupaya menghubungi Sekretaris Universitas Andalas (Unand) Aidinil Zetra terkait video yang menyebut target pungli di dalam video sebagai rombongan mahasiswa Unand. Aidinil berjanji segera memberikan jawaban tertulis. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, belum ada jawaban yang dikirimkan.





