Jika Diperintah Prabowo, Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dirinya siap jika diperintah Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Djaka Budhi Utama dari posisi Dirjen Bea Cukai.

Baca juga: Prabowo Minta Purbaya Copot Pimpinan Bea Cukai jika Tidak Becus

Purbaya menekankan, dirinya baru bisa memecat seseorang jika sudah mendapatkan perintah dari Prabowo.

"Tadi kalau kerjanya enggak benar, suruh copot aja?" ujar Purbaya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

"Nanti kita lihat ya. Kalau itu perintah, saya akan kerjakan, saya enggak bisa kalau enggak ada perintah. Tapi saya akan cek dulu ya," imbuhnya.

Baca juga: KPK Panggil 12 ASN di Lingkungan Ditjen Bea Cukai Jadi Saksi Kasus Importasi Barang

Sebelumnya, Prabowo Subianto meminta Purbaya untuk memecat Dirjen Bea Cukai Letjen (Purn) Djaka Budhi Utama jika tidak mampu membereskan persoalan Bea Cukai.

Prabowo menyebut dirinya sudah berkali-kali memperingatkan agar Bea Cukai diperbaiki.

Adapun Djaka merupakan mantan anggota Tim Mawar yang dilantik sebagai Dirjen Bea Cukai pada Mei 2025 silam.

"Saya ingatkan kembali, untuk kesekian kali bea cukai kita harus diperbaiki. Menteri keuangan, kalau pimpinan bea cukai tidak mampu, segera diganti. Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat, jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha kumaha engke wahe," ujar Prabowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Heri Black Irit Bicara Usai Diperiksa KPK pada Kasus Bea Cukai

Anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna itu pun bertepuk tangan ketika Prabowo mengancam pergantian Dirjen Bea Cukai.

Prabowo menekankan, semua menteri dan kepala badan harus membersihkan birokrasinya masing-masing.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebab, kata dia, pengusaha mengeluh selalu mengalami pungutan liar (pungli) yang terlalu banyak.

"Jangan ragu-ragu, yang melanggar, tindak. Sekali lagi, semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita," imbuh Prabowo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
GPCI Sebut 2 WNI Kembali Diculik Israel dari Kapal Kars-1 Sadabat
• 19 jam laludetik.com
thumb
Israel Tahan Jurnalis Indonesia, Ketua PWI Pangkep Desak Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik
• 1 jam laluharianfajar
thumb
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen
• 2 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Prabowo-Gibran Tiba di Gedung DPR RI, Siap Pidato KEM-PPKF RAPBN 2027
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
2 Relawan Indonesia Ditangkap Tentara Israel, GPCI Sorot Lokasi Intersep Dilakukan
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.