Bahlil Buka Lelang 118 WK Migas, Dorong Investasi demi Target Swasembada Energi

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Percepatan langkah menuju ketahanan dan swasembada energi nasional terus dilakukan pemerintah.

Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik serta dinamika geopolitik global yang memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.

Salah satu strategi yang ditempuh yakni mempercepat eksplorasi dan pengembangan sektor minyak dan gas bumi (migas) guna mendukung target produksi nasional sebesar 900 ribu hingga 1 juta barel minyak per hari pada 2029.

BACA JUGA:TKA Fleksibel di SPMB, Pemerintah Tekankan Keadilan Akses

Dalam upaya meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional secara berkelanjutan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang investasi lebih luas melalui penawaran lelang sejumlah Wilayah Kerja (WK) Migas potensial.

"Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh (ikut). Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silahkan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," ujar Bahlil saat membuka acara Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition 2026 di Tangerang, Rabu, 20 Mei 2026.

Hingga Mei 2026, Kementerian ESDM telah mengidentifikasi 118 Wilayah Kerja Migas potensial.

Sebanyak 43 wilayah masih dalam tahap studi bersama, 50 wilayah berada pada tahap penawaran studi dan akuisisi data baru, serta 25 wilayah telah ditandatangani, termasuk delapan WK hasil lelang 2025.

Delapan WK yang resmi ditandatangani tersebut meliputi Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena.

BACA JUGA:Kenalan dengan Panjul, Sapi Kurban Prabowo yang Dibeli dari Peternak Asal Ciputat

Wilayah-wilayah tersebut tersebar di Sumatera Selatan, Papua Barat, Laut Andaman, Jawa Timur hingga Sulawesi Selatan dengan potensi sumber daya mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas.

WK Gagah di Sumatera Selatan tercatat memiliki potensi 173 juta barel minyak dan 1,1 TCF gas. Sementara WK Bintuni di Papua Barat memiliki potensi 2,1 TCF gas.

Adapun WK Jalu dan Southwest Andaman yang berada di Laut Andaman masing-masing memiliki potensi gas sebesar 2,9 TCF dan 3 TCF.

Secara keseluruhan, delapan WK tersebut memiliki total nilai komitmen pasti sebesar USD57,95 juta dan bonus tanda tangan mencapai USD3,15 juta.

Menurut Bahlil, tingginya minat investor terhadap sektor migas Indonesia menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan energi nasional.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sederet Upaya Kemenpar untuk Pertahankan Kinerja Pariwisata di Tengah Konflik Global
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Sirene-Strobo Tak Boleh Berlebihan, Ini 8 Protokol Teknis Pengawalan Polantas
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Sektor Migas Dikecualikan dari Badan Ekspor dan Aturan DHE
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Diskon 50% untuk Tambah Daya PLN, Ini Syaratnya
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.