Direktorat Jenderal Imigrasi sudah menerbitkan lebih dari seribu Golden Visa sejak program tersebut diluncurkan pada 25 Juli 2024. Golden Visa adalah layanan yang memberi kemudahan bagi WNA yang memberikan dampak positif bagi Indonesia.
“Berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi per 18 Mei 2026, jumlah penerbitan Golden Visa kita telah mencapai 1.274 penerbitan,” kata Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko, dalam sambutannya saat sosialisasi program Golden Visa di Karet Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (21/5).
Hendarsam menyebutkan, pemegang Golden Visa berasal dari berbagai negara, Amerika Serikat menjadi yang terbanyak.
“Dengan penerima yang berasal dari negara seperti Amerika Serikat sebagai yang tertinggi, kemudian dilanjutkan dengan Tiongkok, Taiwan, Australia, Rusia, Belanda, Inggris, Jepang, dan yang terakhir Korea Selatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan Golden Visa ini dirancang untuk membuka akses bagi investor, diaspora, hingga talenta global yang ingin berkontribusi di Indonesia.
“Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang bisa dimanfaatkan atau teman-teman kita diaspora, talenta global yang sebenarnya pengin ke sini memberikan kontribusi untuk negara tapi jalur-jalurnya tidak kompatibel seperti itu. Dan oleh karena itu kita pada tahun 2024 menerbitkan program Golden Visa tersebut,” papar Hendarsam.
Dia menyebut jumlah penerbitan saat ini telah melampaui target awal pemerintah.
“Target kita sudah tercapai dari yang mungkin cuma 1.000 saja, ini sudah 1.274 lebih jadi sudah lebih daripada itu,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa skema Golden Visa mencakup berbagai kategori pemohon, mulai dari investor hingga eks WNI.
“Investasi tersebut berasal dari kategori investor perusahaan, investor individu, second home, eks WNI, keturunan eks WNI, hingga sektor perbankan,” ujarnya.
Hendarsam juga menyebut realisasi investasi dari pemegang Golden Visa telah mencapai Rp 52,1 triliun, serta kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp19 miliar.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut turut hadir penyanyi internasional Anggun C. Sasmi yang juga merupakan salah satu penerima Golden Visa kategori global talent.
Anggun menyebut, program tersebut menjadi ruang bagi diaspora dan talenta global untuk kembali terhubung dengan Indonesia.
“Jadi sekarang dengan program ini kita bisa berpulang, ini tuh jadi kayak saya kan semacam kayak anak rantau gitu yang pengin pulang bawa suami bawa anak,” kata Anggun yang kini merupakan WN Prancis itu.
Ia menilai Golden Visa memberi kemudahan bagi diaspora untuk tetap berkontribusi meski lama berkarier di luar negeri.
“Jadi ini salah satu program yang sangat membuat kita lega sih sebenarnya,” ujarnya.





