JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemimpin Redaksi Andi Muhyiddin mengatakan, sejak hari pertama penangkapan, komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri RI terus dilakukan.
Menurut Andi, sempat muncul kebingungan saat proses intercept terjadi karena kapal masih terlihat bergerak melalui life tracker.
Namun ia menegaskan, pergerakan kapal tidak bisa dijadikan patokan bahwa seluruh penumpang masih aman.
Andi menduga kapal yang telah dicegat kemungkinan diarahkan menuju wilayah Israel.
Saat ini, perkembangan terbaru menyebut para relawan telah tiba di kota pelabuhan Ashdod yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Gaza.
Ia menjelaskan, setelah tiba di pelabuhan, para relawan akan menghadapi sejumlah tahapan pemeriksaan.
Menurut Andi, tahap berikutnya kemungkinan berupa penandatanganan dokumen deportasi sebagaimana kasus-kasus sebelumnya.
Di sisi lain, pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana kembali menyoroti polemik Board of Peace atau BoP. Hikmahanto menilai Indonesia keliru membaca struktur dan tujuan organisasi tersebut.
Ia menjelaskan, konsep awal BoP berbeda dengan piagam organisasi yang kemudian dibentuk Amerika Serikat.
Dalam penjelasannya, Hikmahanto bahkan menyinggung posisi dominan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam struktur BoP.
Menurutnya, mekanisme pengambilan keputusan di BoP tetap memberi kewenangan besar kepada ketua organisasi.
“Menurut saya ini kita dijebak oleh Amerika Serikat,” kata Hikmahanto.
Hikmahanto juga meragukan BoP dapat menjadi jalur efektif untuk membantu pembebasan WNI di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/sxltbYzhYEA
#palestina #israel #indonesia
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- wni
- relawan
- global sumud flotilla
- palestina
- gaza
- israel





