EtIndonesia. Pada Selasa (19 Mei), bersamaan dengan dimulainya kunjungan kenegaraan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Beijing, Rusia menggelar latihan militer nuklir skala besar.
Meski Rusia dan Tiongkok secara terbuka terus menyatakan hubungan “kemitraan strategis komprehensif”, media Inggris Financial Times mengungkap bahwa pemimpin PKT Xi Jinping pekan lalu secara pribadi mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Putin menyesali invasi Rusia ke Ukraina.
Di saat yang sama, kalangan intelijen Eropa juga membocorkan informasi mengejutkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) tahun lalu diam-diam melatih pasukan drone Rusia. Berbagai bocoran ini kembali memicu penafsiran baru terhadap hubungan nyata antara PKT dan Rusia.
Putin Berkunjung ke Tiongkok Saat Perang Berlanjut, Rusia Gelar Latihan NuklirKementerian Pertahanan Rusia pada Selasa mengumumkan bahwa militer Rusia mulai hari itu menggelar latihan nuklir selama tiga hari, termasuk uji coba rudal balistik dan rudal jelajah.
Pihak Rusia menyatakan latihan tersebut melibatkan lebih dari 65.000 personel militer, lebih dari 200 perangkat peluncur rudal, 140 pesawat, serta kapal perang dan kapal selam nuklir strategis.
Waktu latihan ini dianggap sangat sensitif karena pada malam harinya Putin tiba di Beijing untuk memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari.
“Hari ini, hubungan Rusia-Tiongkok telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Putin.
Dalam pidato videonya sebelum berangkat, Putin menekankan kerjasama strategis dan kemitraan komprehensif Rusia-Tiongkok, serta menyatakan kedua negara akan saling mendukung dalam isu kepentingan inti masing-masing.
Namun ironisnya, Financial Times melaporkan bahwa Xi Jinping saat bertemu Trump minggu lalu mengungkap bahwa Putin kemungkinan menyesali peluncuran perang invasi terhadap Ukraina.
Meskipun Xi Jinping dan Trump sama-sama membantah kabar tersebut, informasi itu langsung mengguncang komunitas internasional dan memicu penafsiran baru mengenai hubungan Tiongkok-Rusia, sekaligus menambah spekulasi menjelang pertemuan puncak kedua negara.
Perang Rusia-Ukraina Terus MemanasSaat Putin melakukan kunjungan luar negeri, perang Rusia-Ukraina masih terus berkecamuk. Pada Selasa dini hari, Rusia menyerang wilayah Chernihiv dan Sumy di utara Ukraina, serta membombardir wilayah Odessa di selatan. Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas. Serangan itu merupakan kelanjutan dari gelombang serangan udara besar-besaran Rusia belakangan ini.
Di sisi lain, Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh empat drone Ukraina yang menuju Moskow. Sejumlah wilayah Rusia dan fasilitas kilang minyak di Kota Yaroslavl juga dilaporkan diserang drone.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan: “Dalam beberapa bulan terakhir, kapasitas pengolahan minyak Rusia turun 10 persen. Sekarang sebagian besar wilayah Rusia sudah bangkrut, dan Putin sedang membawa Rusia menuju kebangkrutan.”
Laporan Intelijen Eropa: PKT Diam-Diam Latih Pasukan Drone RusiaReuters pada Selasa melaporkan bahwa menurut dokumen rahasia terbaru yang diungkap tiga badan intelijen Eropa, PKT pada akhir tahun lalu diam-diam melatih sekitar 200 tentara Rusia di beberapa lokasi militer di Tiongkok.
Pelatihan itu berfokus pada “taktik drone”. Tentara Rusia disebut menggunakan simulator penerbangan milik PKT untuk melatih pengoperasian drone FPV (first-person view), mempelajari cara menggunakan drone untuk memandu mortir mengunci target, serta memakai senapan perang elektronik untuk melawan drone musuh.
Informasi intelijen juga menyebut bahwa sebagian tentara Rusia yang telah menyelesaikan pelatihan kini sudah kembali ke garis depan perang di Ukraina.
Terungkapnya dokumen rahasia ini terjadi tepat menjelang kunjungan Putin ke Tiongkok. Para analis menilai hal tersebut membuat negara-negara Eropa semakin waspada, karena menunjukkan tingkat keterlibatan PKT dalam perang Rusia-Ukraina mungkin jauh lebih langsung dan mendalam daripada yang sebelumnya diketahui publik.
Laporan gabungan reporter NTDTV, Yi Jing




