Ekspor Batu Bara via DSI, Carsurin (CRSN) Harap Kue Surveyor Swasta

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi atau testing, inspection, and certification (TIC), PT Carsurin Tbk. (CRSN), berharap perubahan tata kelola ekspor batu bara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tetap membuka peluang bagi surveyor swasta.

Direktur Utama CRSN Erwin Manurung mengatakan sejauh ini belum terdapat perubahan signifikan terhadap mekanisme kerja perusahaan sebagai surveyor meski pemerintah akan menerapkan skema ekspor batu bara satu pintu melalui DSI mulai 1 Juni 2026.

Menurutnya, perubahan utama justru terjadi pada sisi perdagangan atau trading batu bara yang sebelumnya dilakukan langsung oleh trader kepada pembeli luar negeri.

“Yang jelas berubah ini trading keluarnya. Yang selama ini di-handle trader, sekarang diambil alih oleh DSI. Kalau untuk surveyor saya kira tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Erwin menjelaskan peran Carsurin tetap sebagai perpanjangan tangan pemerintah ataupun pelaku usaha dalam layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi komoditas batu bara.

Dampak terhadap bisnis surveyor masih belum terlihat lantaran detail implementasi kebijakan dari pemerintah masih terus dimatangkan.

Baca Juga

  • Begini Skema DSI Danantara Awasi Ekspor CPO-Batu Bara Cs
  • Danantara: DSI Tak Akan Membunuh Pengusaha Sawit-Batu Bara
  • Perintah Prabowo, Danantara Siapkan DSI Pulangkan Devisa Ekspor SDA

Dia berharap keberadaan DSI sebagai entitas badan usaha milik negara (BUMN) tidak membuat adanya perbedaan perlakuan antara surveyor pelat merah dan swasta.

“Harapannya tetap tidak membedakan antara surveyor BUMN dengan swasta, tetap mengutamakan kualitas dan servis,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan segmen batu bara saat ini berkontribusi sekitar sepertiga terhadap total pendapatan Carsurin. Perseroan menjalankan bisnis tersebut melalui entitasnya PT Carsurin Coal Trust.

Pada 2026 manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 22,4% menjadi Rp618,16 miliar dari Rp504,96 miliar pada 2025. Jasa inspeksi masih menjadi motor utama pendapatan dengan kontribusi sekitar Rp491,11 miliar atau 77% pada tahun ini, naik dari sebelumnya Rp391,44 miliar.

Sebagai informasi, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola perdagangan ekspor komoditas strategis mulai 1 Juni 2026.

Pada tahap awal hingga akhir 2026, DSI akan berperan sebagai perantara dan pengawas transaksi ekspor guna mencegah praktik under invoicing atau penjualan di bawah harga pasar.

Selanjutnya, DSI akan bertransformasi menjadi trader atau pembeli langsung komoditas ekspor dari pelaku usaha domestik untuk kemudian dipasarkan kembali ke pasar internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Jamin Ekspor Hulu Migas Tak Lewat Danantara Sumberdaya, Ini Alasannya
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
3 Pendaki Gunung Dukono Tewas, Penyedia Jasa Open Trip Ditetapkan Tersangka
• 29 menit lalurctiplus.com
thumb
Belajar dari Venezuela, Jalan Berliku Nasionalisasi Sumber Daya
• 54 menit lalukompas.id
thumb
Bagaimana Jika Paspor Jemaah Haji Rusak saat di Tanah Suci?
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Potret Bandara Pokmon Pertama di Dunia, Beroperasi Juli 2026
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.