VIVA – Persib Bandung belum sepenuhnya aman dalam perburuan gelar Super League 2025/2026. Di tengah peluang besar menjadi juara, Maung Bandung justru dihadapkan pada ancaman serius dari Persijap Jepara pada pekan terakhir musim ini.
Persib dijadwalkan menjamu Persijap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5). Laga tersebut akan menjadi penentuan nasib skuad asuhan Bojan Hodak dalam perebutan trofi juara.
Saat ini Persib masih memimpin klasemen dengan koleksi 78 poin. Namun posisi mereka belum benar-benar nyaman karena hanya unggul dua angka dari Borneo FC yang terus membayangi di posisi kedua.
Situasi itu membuat Persib minimal harus meraih hasil imbang saat menghadapi Persijap. Tambahan satu poin akan membuat Persib mengoleksi 79 angka dan menyamai poin maksimal yang bisa diraih Borneo FC.
Jika poin kedua tim sama, Persib tetap unggul dalam rekor head to head sehingga berhak mempertahankan posisi puncak klasemen dan mengangkat trofi juara musim ini.
Namun ancaman nyata datang jika Persib terpeleset di kandang sendiri. Kekalahan dari Persijap ditambah kemenangan Borneo FC atas Malut United akan membuat gelar juara melayang dari tangan Maung Bandung.
Persijap pun bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Pada pertemuan pertama musim ini, Laskar Kalinyamat berhasil mempermalukan Persib dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Kala itu Carlos Franca membawa Persijap unggul lebih dulu pada pertengahan babak kedua. Persib sempat menyamakan skor lewat gol Uilliam Barros di masa injury time. Namun hanya berselang semenit, Abdallah Sudi mencetak gol penentu kemenangan Persijap.
Kekuatan Persijap musim ini juga masih bertumpu pada sejumlah pemain penting yang tampil konsisten sejak putaran pertama. Carlos Franca dan Abdallah Sudi tetap menjadi ancaman utama di lini depan.
Selain itu, Persijap masih diperkuat Tiri dan Diogo Brito di jantung pertahanan. Rahmat Hidayat serta Najeeb Yakubu juga menjadi motor permainan dari sisi lapangan.
Belum lagi keberadaan Borja Martinez, Wahyudi Hamisi, Borja Herrera, hingga Saepul Rendi yang membuat permainan Persijap semakin sulit ditebak.





