KPK Soroti Cetak Biru dan Tolok Ukur Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bahwa program Makan Bergizi Gratis hingga akhir tahun 2025 masih berjalan tanpa cetak biru yang komprehensif. Berdasarkan kajian pencegahan korupsi dalam tata kelola program tersebut, lembaga antirasuah ini menyoroti lemahnya indikator luaran atau output yang menjadi tolok ukur keberhasilan program prioritas pemerintah tersebut.

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin menilai orientasi keberhasilan program saat ini masih terjebak pada aspek kuantitas, bukan kualitas dampak kesehatan yang dihasilkan. Evaluasi tata kelola menunjukkan adanya kerancuan antara jumlah penerima bantuan dengan esensi utama dari pemenuhan gizi masyarakat itu sendiri.

BACA JUGA: KPK Sebut Program MBG Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin Tak Kebagian

"Yang dijadikan output adalah seberapa banyak penerima MBG itu, padahal maunya Presiden, program MBG ini adalah untuk mengatasi malnutrisi atau orang-orang yang kurang gizi," katanya saat memberikan keterangan dalam diskusi media.

Aminudin menerangkan, indikator utama dari program berskala nasional ini seharusnya berfokus pada langkah konkret pencegahan tengkes atau stunting serta penanganan masalah kekurangan gizi pada kelompok masyarakat yang rentan. Fokus penargetan dinilai menjadi kunci utama agar anggaran negara yang dikucurkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi pembangunan sumber daya manusia.

BACA JUGA: KPK Periksa 12 Saksi Terkait Korupsi SPBU

"Jadi, rasa-rasanya tidak pas ketika output-nya diukur dari seberapa banyak jumlah penerima Makan Bergizi Gratis, padahal tujuannya adalah agar orang-orang yang malnutrisi, kemudian stunting, ibu-ibu hamil, balita kurang gizi, ibu-ibu menyusui, itu dapat asupan gizi yang cukup dan seimbang sehingga mereka, generasi yang sekarang ini SD atau SMP ya, menjadi generasi emas di 2045," ujarnya.

Dampak dari belum matangnya cetak biru yang komprehensif tersebut, menurut Aminudin, secara langsung melemahkan aspek akuntabilitas pelaksanaan program di lapangan. Tanpa adanya indikator capaian yang jelas, pengawasan eksternal dan penilaian objektif atas efektivitas program menjadi sulit dilakukan.

BACA JUGA: PTPP Gelar RUPST, Nama Baru Jadi Dirkeu, Eks Pejabat KPK Masuk Jajaran Komisaris

"Akuntabilitas program sangat lemah karena tidak ada tolok ukur keberhasilan yang dapat diverifikasi oleh publik, termasuk oleh KPK ya. Itu kami temukan dari kajian yang kami lakukan," katanya.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional selaku lembaga yang bertanggung jawab penuh terhadap program ini menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh catatan dari lembaga penegak hukum tersebut. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan apresiasi mendalam atas hasil analisis yang diberikan demi menyempurnakan sistem yang sedang berjalan.

"Pernyataan yang sangat penting untuk diperhatikan. Kami akan dalami bersama agar bisa menutup celah-celah yang berpotensi menjadi kelemahan sistem yang dimiliki BGN," kata Dadan.

Sementara itu, pelaksanaan program berskala besar ini terus berjalan dan mengalami peningkatan volume distribusi di berbagai wilayah Indonesia. Presiden Prabowo Subianto memaparkan data terbaru mengenai capaian operasional harian dari program pemenuhan gizi nasional tersebut.

"Angka ini termasuk 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868 ribu ibu hamil yang menerima MBG setiap hari," kata Presiden. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Sita Empat Mobil dan HP dalam Kasus Gratifikasi Bupati Ponorogo


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembiayaan Rangkaian Acara Kebudayaan Sebulan Penuh Disorot, Dedi Mulyadi: Banyak Orang Berdebat Saya Habiskan APBD
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
RUPS Indocement 2026 Setujui Dividen Rp468 per Saham, Buyback Rp750 Miliar hingga Perubahan Direksi
• 2 jam laludisway.id
thumb
Tambang Ilegal Diduga Tetap Beroperasi di Desa Tuju, Pernyataan Tegas Polres Jeneponto Belum Nyata
• 13 jam laluterkini.id
thumb
Dari Jeddah ke Madinah, Anggota DPR RI Bambang Haryo Optimis Pelayanan Haji 2026 Sukses
• 10 jam laluberitajatim.com
thumb
Iran Perluas Blokade Selat Hormuz hingga ke Perairan UEA
• 58 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.