Grid.ID - Penyanyi dan musisi berbakat Indonesia, Isyana Sarasvati, kembali mencuri perhatian publik karena mengaku sangat penasaran jika lagu-lagu miliknya dibuat menjadi trend jedag-jedug. Isyana mengaku diam-diam berharap lagu-lagu di album tersebut suatu saat dibuat versi “jedag-jedug” oleh para kreator konten maupun penikmat musik di media sosial.
Pernyataan itu disampaikan Isyana saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5/2026). Dengan nada santai dan penuh antusias, pelantun lagu-lagu bernuansa eksperimental tersebut mengungkapkan bahwa sepanjang kariernya, belum pernah ada lagunya yang benar-benar viral dalam format musik jedag-jedug seperti yang banyak beredar di platform digital saat ini.
"Eh amin! Aku belum pernah lagu aku jedag-jedug jujur," ujar Isyana Sarasvati di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (20/5/2026).
Menariknya, Isyana justru melihat fenomena tersebut sebagai sesuatu yang positif dan kreatif. Alih-alih memandangnya sebagai tren sesaat, ia menganggap remix jedag-jedug sebagai bentuk ekspresi baru dari para penikmat musik.
"Tapi aku melihat fenomena itu menarik banget loh tapi aku belum pernah ada yang bikin lagu aku di (jedag-jedug)," katanya.
Selama ini, Isyana memang dikenal sebagai musisi yang tidak takut bereksperimen. Ia kerap memadukan unsur pop, klasik, rock progresif, hingga sentuhan teatrikal dalam karya-karyanya. Hal tersebut membuat musik Isyana memiliki karakter yang kuat dan berbeda dibanding banyak penyanyi pop arus utama lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Isyana secara khusus menyebut lagu “BURN” sebagai salah satu track yang menurutnya mungkin menarik jika dibuat versi jedag-jedug.
"Tapi maksudnya lagu-lagu yang baru ya di album EKLEKTIKO kayak misalnya "BURN" atau lagu yang lain nanti gitu aku nunggu," tutur Isyana.
Belakangan ini, fenomena jedag-jedug memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak lagu yang awalnya biasa saja kemudian melejit setelah di-remix oleh DJ atau kreator konten. Bahkan, beberapa musisi secara khusus mulai merancang lagu yang mudah diolah menjadi remix agar lebih cepat viral di media sosial.
Di Indonesia sendiri, budaya remix berkembang sangat pesat. Musik dengan beat menghentak kini bukan hanya hadir di klub malam atau panggung hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian pengguna internet. Potongan lagu berdurasi pendek dengan dentuman khas sering dipakai untuk video transisi, dance challenge, hingga konten humor.
Namun, tidak semua musisi secara terbuka menyambut fenomena tersebut. Karena itu, pernyataan Isyana menjadi menarik. Ia justru terlihat penasaran dan antusias jika suatu hari lagunya ikut masuk dalam arus tren remix digital.
"Itu kan bentuk kreativitas ya, sebenarnya aku penasaran lagu aku tuh bisa di-jedag-jedug-in nggak sih itu sebenarnya aku pribadi kayak penasaran terus tapi kayak nunggu, oh nggak ada... nggak ada!" kata Isyana. (*)
Artikel Asli




