Kementerian ESDM Bakal Impor Tabung CNG dari China untuk Uji Coba

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) berencana mengimpor tabung Compressed Natural Gas (CNG) dari China untuk proses pengujian atau pilot project yang akan dimulai pada tahun ini.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman menjelaskan pilot project CNG tabung 3 kg akan dilakukan di kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang.

Namun sebelumnya, pemerintah akan menuntaskan proses pengujian untuk memastikan aspek keselamatan. Proses ini membutuhkan pasokan tabung yang akan dipenuhi dari impor minimal 100 ribu unit.

"Kita sekarang fokus kepada proses pengujian. Proses ini butuh tabung yang real. Untuk bisa kita dapatkan tabung yang real, minimal kita harus pesan 100 ribu," ungkap Laode saat ditemui di IPA Convex ke-50, dikutip Kamis (21/5).

Importasi ini, lanjut Laode, akan dilaksanakan oleh badan usaha pelaksana, sehingga prosesnya yakni secara business to business (B2B). Namun, dia enggan menyebutkan nama badan usaha tersebut.

"Tapi ini yang lakukan calon badan usahanya ya, bukan kita (pemerintah). Mereka yang sedang berproses sekarang. Iya, dari China," jelasnya.

Sejauh ini, pemerintah masih menyiapkan skema bisnis penjualan CNG tabung 3 kg yang digadang-gadang menjadi pengganti LPG bersubsidi. Laode menyebutkan CNG bisa menghemat anggaran negara hingga 30-40 persen.

Salah satu cara untuk menekan subsidi energi ini yaitu dengan menyewakan tabungnya, sehingga tidak masuk dalam komponen harga jual kepada masyarakat. Artinya, tabung CNG 3 kg ini menggunakan skema isi ulang.

"Skemanya nanti masyarakat tidak beli tabung. Tabung milik supplier gasnya. Skema yang sedang dibuat sekarang, masyarakat tidak diharuskan beli tabung," kata Laode.

Adapun pengujian CNG tabung 3 kg ini dilakukan dalam 3 bulan ke depan. Setelah aspek keamanan sudah terjamin, Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan menerbitkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Setelah aspek safety-nya sudah kita peroleh, sudah aman, sudah bisa kita kendalikan, kita sudah bisa menerbitkan SNI, baru kita lakukan pilot project-nya," tandas Laode.

Sebelumnya, Laode mengeklaim Indonesia akan menjadi negara pertama yang menggunakan tabung CNG ukuran 3 kg di dunia. CNG merupakan gas alam yang dimampatkan dalam sebuah tabung, sehingga memiliki tekanan yang sangat tinggi hingga 400 bar. Berbeda dengan LNG yang berbentuk cair, CNG masih berbentuk gas.

Laode mengatakan, teknologi dan implementasi tabung CNG sudah dikembangkan sejak tahun 1920. Pada tabung tipe 1, komponen yang digunakan adalah logam murni, kemudian berkembang menjadi tipe 2 hingga tipe 4 dengan berbagai campuran sehingga tabung menjadi lebih ringan.

"Tipe 4 ini sudah sangat ringan, jadi dia komposit fiber, kuat, dan pada kondisi hari ini tipe 4 ini dengan roadmap nanti yang sudah diterapkan oleh Pak Menteri (ESDM), Insyaallah tipe 4 ini untuk tabung 3 kg itu nanti akan pertama di dunia itu adalah di Indonesia," ungkapnya saat acara Talkshow APLCNGI dan Aspebindo, dikutip Kamis (7/5).

Bahan baku CNG, kata dia, bisa dipenuhi dari lapangan-lapangan migas raksasa yang sudah ada (existing) di Indonesia. Dengan demikian, konversi LPG menjadi CNG diperkirakan dapat menurunkan beban subsidi energi sekitar 20-30 persen sekaligus menghemat devisa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebelum Hilang dari Hotel di Mekkah, Pak Firdaus: ”Masjid di Mana?”
• 19 jam lalukompas.id
thumb
BPKH Pastikan Dana Haji Dikelola Secara Syariah dan Aman
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
DPRD Surabaya dan Kejari Perkuat Komitmen Tata Kelola Pemerintahan
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Ini 7 Peluang Bisnis Musiman di Iduladha, Bisa Cuan Saat Lebaran Haji
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
SIG Pangkas Entitas Usaha dari 40 Menjadi 12 untuk Perkuat Struktur Bisnis
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.