Pesan di Balik Kehadiran Langsung Prabowo di "Panggung Fiskal" DPR, Strategi Bangun Kepercayaan?

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto memilih hadir dan membacakan secara langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) dalam rapat paripurna di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Rabu (20/5/2026).

Kehadiran Kepala Negara menjadi yang perdana sepanjang masa jabatannya. Tak ayal, kehadiran Presiden Prabowo menjadi sorotan, ketika lazimnya, penyampaian KEM PPKF hanya dilakukan oleh Menteri Keuangan (Menkeu).

Seorang Presiden, biasanya baru hadir di Kompleks Parlemen untuk penyampaian Nota Keuangan dan RUU APBN setiap tanggal 16 Agustus dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD.

Kehadiran Prabowo menjadi angin segar di tengah tekanan eksternal akibat penguatan dollar AS dan ketidakpastian ekonomi.

Baca juga: Diundang Prabowo, Purbaya Bawa Laporan soal Perusahaan Under Invoicing

Lantas, apakah kehadirannya bertujuan untuk menenangkan publik?

Komunikasi kuat dan positif

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menuturkan, kehadiran Presiden Prabowo untuk membacakan KEM dan PPKF memiliki makna yang sangat penting.

Makna itu, kata dia, bukan hanya secara konstitusional, tetapi juga secara politik dan ekonomi.

"Ini menunjukkan komitmen Presiden untuk hadir langsung menyampaikan arah kebijakan fiskal negara secara terbuka, terukur, dan penuh tanggung jawab di hadapan parlemen serta publik Indonesia," kata Dave kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2026).

Ia berpandangan, kehadiran Prabowo merupakan bentuk komunikasi politik yang kuat dan positif.

Di tengah dinamika global maupun fluktuasi persepsi pasar beberapa waktu terakhir, ia memilih memberikan kepastian secara langsung mengenai arah pembangunan nasional, prioritas anggaran, serta kesinambungan agenda ekonomi nasional.

Baca juga: Pidato Prabowo di DPR Dinilai Jadi Simbol Kebangkitan Modern demi Jaga Kekayaan Alam

"Ini penting untuk membangun kembali kepercayaan pasar, memperkuat kepercayaan investor, dan menunjukkan bahwa pemerintah bekerja dengan perencanaan yang matang serta orientasi jangka panjang," tuturnya.

Beri kepastian pasar

Dave tidak memungkiri, publik dan pelaku pasar tentu membutuhkan kepastian, stabilitas, dan leadership.

Ia juga menilai, ada pesan kuat yang ditegaskan, bahwa pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat daya tahan nasional, memperluas investasi, serta memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan di tengah tantangan global yang tidak ringan. Implikasi positif dari kehadiran tersebut cukup besar.

"Kehadirannya dapat memperkuat optimisme pasar karena ada sinyal yang jelas mengenai kesinambungan kebijakan ekonomi dan fiskal nasional," ujar dia.

Di saat yang sama, momentum ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan DPR RI dalam menjaga stabilitas nasional, baik dari sisi politik maupun ekonomi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Pidato Lengkap Soeharto 28 Tahun Lalu: Saya Berhenti dari Jabatan sebagai Presiden RI


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BUMN Tata Kelola Ekspor Berdiri, Rosan dan Purbaya Ungkap Dampak ke Bursa
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Pemprov DKI Prediksi Penjualan Hewan Kurban 2026 Capai 83 Ribu Ekor, Harganya Dipastikan Stabil!
• 1 jam laludisway.id
thumb
Kabar Baik Damai Perang AS-Iran dari Trump, Nikkei-Kospi Tebang
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pesta Babi Viral, PSN Lumbung Pangan di Papua Tidak Boleh Dihentikan
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Anggota DPR usulkan pengalokasian dana untuk bioskop desa
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.