Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkap, sinyal KA Argo Bromo masih hijau sesaat sebelum menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada April lalu.
Diketahui, saat itu KRL yang ditabrak tertahan di Stasiun Bekasi Timur imbas adanya insiden KRL lainnya menabrak taksi Green SM di sebuah perlintasan sebidang.
“KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau atau berwarna hijau,” ucap Soerjanto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR, Kamis (21/5).
Soerjanto menjelaskan, sinyal hijau itu lah yang membuat KA Argo Bromo tetap berangkat dari Stasiun Bekasi meski ada gangguan di Stasiun Bekasi Timur.
“Hijau di Stasiun Bekasinya,” tutur dia.
“Maka dia bergerak,” tambahnya.
Menurut Soerjanto, saat KA Argo Bromo berangkat dari Stasiun Bekasi, kejadian KRL menabrak Green SM sudah terjadi.
“Di saat 20:50:43 sudah terjadi,” tuturnya.
Adapun kecelakaan ini menewaskan 16 orang penumpang yang seluruhnya adalah perempuan.





