Kloter 5 Embarkasi Surabaya Matangkan Persiapan Jemaah Hadapi Puncak Ibadah Haji

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Petugas Kloter 5 Embarkasi Surabaya (SUB 5) mulai mematangkan persiapan jemaah haji menghadapi puncak ibadah haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang akan berlangsung mulai pekan depan.

Persiapan itu dibahas dalam pertemuan antara petugas kloter dan para jemaah haji yang digelar di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026). Pertemuan dipimpin Muhammad Ervan Ketua Kloter 5 Embarkasi Surabaya, didampingi pembimbing ibadah, petugas kesehatan, serta petugas pelayanan umum.

Pantauan suarasurabaya.net, hampir seluruh jemaah hadir dalam pertemuan tersebut untuk mendapatkan penjelasan teknis terkait pelaksanaan Armuzna.

Dalam arahannya, Ervan mengingatkan seluruh jemaah agar disiplin mengikuti arahan petugas, terutama saat proses pergerakan menuju Arafah hingga Mina.

“Ketua rombongan harus memastikan jangan sampai ada jemaah yang tertinggal di hotel saat pemberangkatan,” tegasnya dalam pertemuan tersebut.

Dalam penjelasan teknis, petugas kloter memaparkan kondisi tenda di Arafah dan Mina. Khusus untuk Mina, tenda SUB 5 disebut berada di wilayah perluasan yang letaknya lebih ke atas bukit dibanding musim haji sebelumnya.

Selain itu, jemaah juga mendapat penjelasan terkait skema pergerakan dari hotel menuju Arafah, Muzdalifah, hingga Mina, termasuk bagi jemaah yang mengikuti tarwiyah.

Petugas kloter juga menjelaskan skema murur yang akan diterapkan bagi jemaah dengan kondisi tertentu. Terdapat dua jenis murur yang disiapkan.

Skema pertama diperuntukkan bagi jemaah sakit, yakni langsung bergerak dari Arafah menuju Mina tanpa singgah di Muzdalifah. Sedangkan skema kedua dilakukan dengan berhenti sejenak di Muzdalifah hingga dinyatakan telah mabit sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.

Jemaah yang mengikuti skema murur diminta mempersiapkan diri sesuai mekanisme yang telah ditentukan.

Adapun untuk kloter SUB 5 sendiri, lanjut Evan, dipastikan menjadi salah satu kloter yang tetap mabit di Mina. Sementara bagi jemaah yang ingin melakukan tanazul, dilakukan secara mandiri.

“Khusus SUB 5 tetap mabit di Mina. Kalau ada yang ingin tanazul maka dilakukan secara mandiri dan harus menyiapkan konsumsi sendiri selama di hotel,” ujarnya.

Kondisi ini berbeda dengan kloter SUB 1, SUB 2, dan SUB 3 yang dipastikan menjalani tanazul karena lokasi tenda berada di sektor 5 atau Mina Jadid sehingga tidak disediakan tenda mabit.

SUB 5 juga termasuk kloter yang dijadwalkan menjalani nafar awal pada 29 Mei 2026 karena menyesuaikan jadwal kepulangan jemaah haji ke Tanah Air.

Sementara itu, untuk pergerakan bus Armuzna, petugas memastikan jemaah SUB 5 akan diberangkatkan dari Mekkah menuju Arafah pada siang hari. Kemudian perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah dilakukan sore hari dan dilanjutkan menuju Mina pada malam hari.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Sunhaji pembimbing ibadah turut memberikan penjelasan terkait tata cara pelaksanaan ibadah selama Armuzna. Mulai dari pengaturan salat di Arafah dan Muzdalifah, pelaksanaan lontar jumrah pada 10 hingga 12 Zulhijah, hingga tahapan tawaf ifadah dan tawaf wada.

Selain pembahasan teknis ibadah, petugas juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan menjelang puncak haji mengingat padatnya aktivitas dan tingginya suhu di Tanah Suci. (wid/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
200.000 Anak Terpapar Judi Online, Ini Respons Mendikdasmen
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Profil Luke Thomas, Warga Australia yang Ditunjuk Pimpin PT DSI
• 31 menit lalukumparan.com
thumb
IHSG Ditutup Turun 3,54% Dekati 6.000, Saham Energi RAJA, MEDC dan ENRG Rontok
• 36 menit lalukatadata.co.id
thumb
MUI Kutuk Aksi Israel Tahan 9 WNI: Langgar HAM dan Hukum Internasional
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Bursa Asia Reli Dipimpin Nikkei-Kospi, Harapan Damai AS-Iran Redakan Tekanan Pasar
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.