JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan berpendapat, investasi merupakan hal penting, tetapi orientasinya harus ke arah penyerapan tenaga kerja.
Marwan menilai Indonesia memerlukan model pertumbuhan baru yang lebih inklusif dan berbasis transformasi struktural.
Model pertumbuhan baru tersebut, kata dia, yang tidak hanya mengejar angka statistik, tetapi benar-benar menciptakan pekerjaan produktif, memperkuat ekonomi rakyat, dan meningkatkan kualitas manusia secara berkelanjutan.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Pedagang Warteg Terpaksa Naikkan Harga Karena Bahan Baku Naik
Transformasi pertama yang harus dilakukan adalah mendorong pertumbuhan yang lebih berorientasi pada penciptaan lapangan kerja formal atau job-intensive growth.
“Investasi tetap penting, tetapi orientasinya harus diarahkan pada sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja formal seperti manufaktur berbasis sumber daya lokal, agroindustri, industri pangan, ekonomi kreatif, dan UMKM modern,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).
“Keberhasilan investasi jangan hanya diukur dari nilai investasinya, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap lapangan pekerjaan dan pendapatan masyarakat,” lanjut dia.
Kedua, memperluas hilirisasi ekonomi hingga menyentuh sektor rakyat. Ia menilai selama ini hilirisasi identik dengan mineral dan industri besar.
“Ke depan, hilirisasi juga harus hadir di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan UMKM agar masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi ikut menikmati nilai tambah dari proses pengolahan dan pemasaran,” ujarnya.
Transformasi ketiga adalah percepatan pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, penguasaan teknologi, dan literasi digital.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- komisi xi dpr ri
- marwan cik asan
- penyerapan tenaga kerja
- lapangan kerja
- investasi





