Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini kembali mengalami penurunan.
Berdasarkan pemantauan, IHSG pada awal pembukaan perdagangan sempat naik, meski hanya sebentar. Setelahnya, pasar modal Indonesia turun cukup signifikan hingga jeda sesi pertama.
Setelah jeda, IHSG masih tak mampu menahan pelemahan. Bursa saham nasional itu terus terjungkal hingga penutupan perdagangan hari ini.
Mengutip laman RTI, Kamis, 21 Mei 2026, IHSG ditutup di posisi 6.094,941 atau turun sebanyak 223,559 poin, setara 3,54 persen.
Saat bel pembukaan perdagangan hari ini, IHSG bertengger di posisi 6.366,485. Gerak indeks sempat menyentuh level tertinggi di posisi 6.378,811 dan level terendahnya di 6.080,954.
Adapun volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 35,476 miliar lembar saham senilai Rp18,255 triliun. Sebanyak 663 saham melemah, 88 saham menguat, dan 69 saham lainnya stagnan.
Baca juga: Purbaya Pede IHSG akan Kembali Naik
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Semua sektor saham turun
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh dari 11 sektor saham melemah dengan emiten pada saham-saham energi paling turun sebesar 6,91 persen. Selanjutnya, sektor industri dasar turun sebanyak 6,53 persen dan sektor cyclical yang kehilangan 6,05 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar (top gainers) yaitu BUMI, NCKL, MYOR, SOTS, dan AMMN. Sedangkan, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar (top losers) yakni PTRO, UNTR, CUAN, ADMR, dan KIJA.
Di sisi lain, bursa saham regional Asia sore ini bergerak seimbang. Indeks Nikkei tercatat naik sebanyak 1.879,73 poin atau 3,14 persen ke 61.684,14; indeks Hang Seng turun 264,60 poin atau 1,03 persen ke 25.386,52.
Selanjutnya indeks Shanghai juga kehilangan 84,90 poin atau 2,04 persen ke 4.077,28; dan indeks Strait Times menguat tipis 1,46 poin atau 0,03 persen ke 5.046,37.




