KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV - Raja Malaysia dihina di TikTok melalui sebuah akun palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan.
Kantor Pers Kerajaan Johor menyerukan hukuman berat bisa diberikan kepada pelaku pembuatan akun TikTok palsu yang mencemarkan nama baik dan menghina Raja Malaysia, Yang Di-pertuan Agong, Sultan Ibrahim.
Pada laman Facebook resmi Raja, Kantor Pers Kerajaan akun tersebut menggunakan nama Sultan Ibrahim Ismail.
Baca Juga: Putin-Xi Jinping Satu Suara Kecam Kebijakan Luar Negeri AS, Menyebutnya Tak Bertanggung Jawab
Ditemukan bahwa akun tersebut menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk menyebarkan konten yang menghina Raja Malaysia.
Dikutip dari The Star, Rabu (20/5/2026), pada konten tersebut diunggah video yang berisi tuduhan Raja Malaysia gemar makan daging babi.
Unggahan itu menggambarkan sesuatu yang tak benar dan menyentuh sensitivitas.
Pasalnya, Raja Malaysia adalah pemimpin Melayu dan Kepala Negara Muslim.
“Kantor Pers Kerajaan juga menyatakan penyesalan atas gambar lain di akun tersebut yang menggambarkan wajah Yang Mulia yang ditumpangkan pada tubuh hewan, yang jelas menghina dan tidak bertanggung jawab,” bunyi pernyataan tersebut.
Tindakan itu disebut sebagai penghinaan yang sangat serius dan jahat terhadap lembaga Kerajaan.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : The Star/Malay Mail
- raja malaysia
- sultan ibrahim
- dihina di tiktok
- tiktok
- malaysia
- Kecerdasan buatan





