Jakarta: Indonesia terus memperkuat jejak diplomasi ekonominya di kancah global yang dibuktikan dalam pertemuan BRICS Foreign Ministers' Meeting di Delhi, India, pada 14-15 Mei lalu.
Menteri Luar Negeri RI secara resmi memperkenalkan sistem pembayaran digital kebanggaan Indonesia, QRIS, kepada negara-negara anggota BRICS.
Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk mendorong kemandirian dan ketahanan ekonomi, khususnya bagi negara-negara berkembang (Global South).
"Menlu RI mengenalkan QRIS sebagai mekanisme pembayaran digital yang dapat dijadikan referensi oleh BRICS, serta pentingnya swasembada pangan dan energi sebagai sumber ketahanan nasional," ujar Yvonne.
Selain memperkenalkan QRIS, Indonesia juga membawa kabar penting terkait keikutsertaannya dalam ekosistem finansial BRICS. Kemlu mengonfirmasi bahwa Indonesia mendukung penuh penguatan New Development Bank (NDB) yang digagas oleh BRICS.
"Menlu RI juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan New Development Bank (NDB) dan menyampaikan bahwa Indonesia tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung," tambah Yvonne.
Keikutsertaan RI dalam NDB dan pengenalan QRIS diharapkan mampu memperkuat reformasi sistem perdagangan dunia yang lebih inklusif.




