Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyambut langkah koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam percepatan optimalisasi Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat pemeliharaan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan langkah tersebut sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengembangan BIJB Kertajati yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 30 April 2026.
Lukman menyebut Kementerian Perhubungan terus mendorong pengembangan BIJB Kertajati agar terintegrasi dengan pengembangan industri aviasi nasional.
“Termasuk potensi pengembangan MRO sipil dan pertahanan guna meningkatkan kemandirian sektor penerbangan Indonesia,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, BIJB Kertajati merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional yang berperan dalam mendukung konektivitas transportasi udara, logistik nasional, industri aviasi, serta penguatan ekosistem ekonomi di Jawa Barat dan Indonesia bagian barat.
Dia menilai Kertajati memiliki kapasitas dan potensi pengembangan besar, baik sebagai hub penerbangan penumpang, pusat logistik dan kargo udara, maupun pusat MRO.
Baca Juga
- Kemenhan Sebut MRO Kertajati Bukan Sebagai Pangkalan Militer AS
- KNKT Ungkap KA Argo Bromo Anggrek Terima Sinyal Hijau Sesaat Sebelum Tabrak KRL
- Pengamat Was-Was Soal Kertajati Jadi Pusat Perawatan Hercules, Ini Alasannya
Selain itu, bandara di Majalengka tersebut juga diproyeksikan menjadi bagian dari implementasi konsep Multi Airport System di kawasan Jakarta dan Jawa Barat.
Lukman menjelaskan optimalisasi BIJB Kertajati membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari peningkatan trafik dan pembukaan rute penerbangan, penguatan konektivitas antarmoda dan akses darat, hingga sinkronisasi kebijakan tata ruang dan pengembangan kawasan.
Selain itu, diperlukan dukungan investasi dan pembiayaan serta kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator bandara, maskapai, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Ke depan, pemerintah disebut akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan BIJB Kertajati, implementasi Multi Airport System, serta peningkatan konektivitas penerbangan penumpang dan kargo.
Pemerintah juga akan mempercepat pengembangan ekosistem pendukung bandar udara dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan keberlanjutan.
Lukman menilai optimalisasi BIJB Kertajati tidak hanya berkaitan dengan pengembangan bandara, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan daya saing nasional.





