Temuan KNKT terkait Pengemudi Taksi yang Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi

kompas.tv
18 jam lalu
Cover Berita
Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nz (Sumber: ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono memaparkan temuan kondisi taksi Green SM yang terlibat kecelakaan kereta di Bekasi, Senin (27/4/2026) bulan lalu. 

Ia memaparkan apa yang terjadi pada kendaraan taksi tersebut saat hari kecelakaan, sampai lama kerja pengemudi taksi tersebut. 

Soerjanto mengungkap pada hari kejadian, taksi Green SM melaju dari sisi utara menuju selatan perlintasan sebidang Jalan Ampera, lalu kendaraan tersebut berhenti di antara jalur hulu dan hilir rel kereta api dengan kemiringan jalan 2,9 persen. 

"Data on board unit kendaraan tidak terdapat rekaman yang mendeteksi error pada sistem berdasarkan data 1 jam sebelum kejadian," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Senin (21/5/2026), dipantau dari video YouTube KompasTV

Baca Juga: Update Kecelakaan Kereta di Bekasi, Ini Pengakuan Sopir Taksi Green SM

Soerjono mengatakan, kendaraan itu lulus pengujian electro magnetic compatibility (EMC) mengikuti standar India AIS-004, sementara Indonesia tidak diwajibkan mengikuti standar EMC.

Pada data yang ditampilkannya dalam rapat tersebut, kendaraan taksi Green SM juga dilengkapi fitur keselamatan, yakni electric parking lock module (EPP). 

Data hasil investigasi KNKT terhadap taksi Green SM yang terlibat kecelakaan kereta di Bekasi, ditampilkan saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Senin (21/5/2026). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

Selanjutnya, berdasar data presentasi yang ditampilkannya, KNKT menemukan pengemudi berulang kali mencoba mematikan atau menyalakan kendaraan dengan menekan tombol start/stop, tetapi tidak memindahkan mode transmisi ke posisi "D" atau Drive untuk bergerak dan mode transmisi tetap berada pada posisi "P" atau Park. 

Soerjono selanjutnya mengungkap jalur rekrutmen pengemudi taksi tersebut secara normal antara 3 sampai 5 hari kerja dan proses pengenalan kendaraan melalui kelas teori secara singkat. 

Baca Juga: Anggota DPR Desak Cabut Izin Green SM Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi, Ini Alasannya

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • knkt
  • green sm
  • kecelakaan kereta bekasi
  • kecelakaan kereta
  • kecelakaan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap! PRT Lompat dari Rumah Majikan di Benhil Alami Tekanan Psikologis
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Skenario Gila MPL ID S17: EVOS Bisa Lolos Tanpa Main!
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Cara Beli Tiket Jakarta Fair 2026 dan Pilihan Transportasi ke JIEXPO Kemayoran
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Diminati Bernardo Tavares Sejak di PSM Makassar, Mungkinkah Irfan Jaya Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan?
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Fakta Investigasi KNKT Kecelakaan Kereta di Bekasi, Masinis KA Anggrek Rem Tipis-Tipis 1,3 KM Sebelum Tabrakan
• 17 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.