Indonesia Kutuk Keras Tindakan Tak Manusiawi Israel pada Relawan GSF dalam Tahanan

jpnn.com
18 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengutuk keras tindakan kekerasan dan penganiayaan peserta flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza yang ditangkap tentara Israel awal pekan ini.

Indonesia menilai perlakuan tidak manusiawi selama masa penahanan tersebut telah melanggar martabat dan hukum internasional.

BACA JUGA: Pernyataan Sugiono soal Pemulangan 9 WNI yang Diculik Israel

“Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono melalui pernyataan pers yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Sugiono menuturkan tindakan yang merendahkan martabat tersebut merupakan pelecehan terhadap hukum internasional, terlebih jika dilakukan terhadap para relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang melakukan misi kemanusiaan untuk meredakan penderitaan warga Palestina di Gaza.

BACA JUGA: Sempat Ditahan Militer Israel, 9 Relawan WNI Kini dalam Perjalanan Menuju Istanbul, Akan Segera Pulang

“Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiono memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta pelayaran GSF 2.0 yang diculik Israel telah dibebaskan, dan saat ini sudah dalam perjalanan keluar Israel.

BACA JUGA: WNI yang Diculik Israel Sudah Dibebaskan, Bakal Dipulangkan ke Indonesia

Para WNI tersebut terlebih dahulu akan diterbangkan ke Istanbul, Turki, sebelum penerbangan akhir untuk pulang ke tanah air.

“Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat,” tutur Menlu RI.

Sugiono mengapresiasi semua pihak di Indonesia serta mitra di luar negeri yang membantu perjuangan dalam membebaskan seluruh WNI tersebut. Ia secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Turki.

Para relawan GSF dikonfirmasi telah dibebaskan dari penjara di Israel usai kapal-kapal mereka disergap pasukan Zionis pada awal pekan ini. Mereka disebut sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel menuju Turki.

Namun demikian, mereka dilaporkan mengalami tindakan kekerasan yang tidak manusiawi selama ditahan otoritas Zionis, seperti dipukuli, disetrum listrik, dan ditembaki peluru karet, sehingga menyebabkan luka serius pada beberapa korban.

Sebuah video yang beredar di media sosial bahkan memperlihatkan pejabat keamanan nasional rezim Zionis Itamar Ben-Gvir menghina aktivis pro-Palestina yang diikat dan dipaksa berlutut selama penahanan.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemensos Lelang 6,2 Kilogram Emas untuk Bantu Keluarga Rentan
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Mendagri Minta Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 Triliun untuk Penanganan Pascabencana Sumatera
• 21 jam laludisway.id
thumb
Ayu Azhari Turut Andil di Balik Layar Film Suamiku Lukaku
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Mulai 1 Juni, Eksportir Wajib Tempatkan 100% DHE SDA di Sistem Keuangan RI
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Program Khitan Massal Gratis Jhonlin Group dan RS Marina Permata Disambut Antusias Warga
• 59 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.