REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini dinilai semakin menyerupai pengalaman pahit Amerika Serikat di Vietnam.
Menurut analis politik Amerika, Gideon Rose, kemiripan kedua perang itu bukan terletak pada faktor geografis atau ideologi, melainkan pada pola strategi perang dan cara para pemimpin Amerika mengambil keputusan di tengah tekanan.
Baca Juga
UEA Ungkap Serangan Fasilitas PLTN-nya Datang dari Irak, Negara yang Ada Pangkalan Militer Israel?
Hizbullah Masih Tetap Melawan, Tentara Israel Terus Bertumbangan di Lebanon Selatan
Babak Belur Dihajar Drone Mematikan Hizbullah, Israel Pilih Buru Ratusan Operator
Dalam tulisannya di majalah Foreign Affairs, dikutip Aljazeera, Kamis (21/5/2026), Rose—yang juga pakar di Council on Foreign Relations dan pernah bekerja di pemerintahan mantan Presiden Bill Clinton—menyebut pemerintahan Donald Trump hanya membutuhkan waktu dua bulan untuk melewati lima tahap yang pernah dialami pemerintahan Lyndon B Johnson dalam Perang Vietnam.
Kelima tahap yang dimaksud tersebut mulai dari intervensi, eskalasi perang, kebuntuan militer, hingga akhirnya menuju meja perundingan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Rose, Washington kini memasuki fase yang menyerupai era Presiden Richard Nixon, yakni mencari jalan keluar yang dapat menyelamatkan muka dari perang mahal yang gagal mencapai tujuan politik utamanya.
Rose kemudian mengingat kembali pengalaman Presiden Johnson pada dekade 1960-an ketika Amerika memperdalam keterlibatannya di Vietnam karena takut Vietnam Selatan atau Saigon jatuh ke tangan komunis.
Meski di dalam pemerintahan sendiri muncul keraguan soal kemungkinan memenangkan perang, Washington tetap percaya bahwa peningkatan tekanan militer akan memaksa Hanoi atau Vietnam Utara mundur.
Amerika pun mulai mengirim bantuan dan penasihat militer, lalu meningkatkan operasi pemboman, hingga akhirnya mengerahkan pasukan darat dalam jumlah besar. Namun, Vietnam Utara tetap menolak menyerah meski menghadapi keunggulan militer Amerika yang sangat besar.
Pada 1968, Perang Vietnam berubah menjadi beban politik dan ekonomi yang sangat berat bagi Amerika Serikat.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)