Terkini, Jeneponto – Suasana haru menyelimuti kunjungan Komandan Korem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, S.Sos., M.M., ke Desa Arungkeke Pallantikang, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. Di hadapan pimpinan TNI itu, air mata bahagia dan rasa syukur tak mampu lagi dibendung oleh Suryanti, istri Daeng Tompo. Butiran bening itu jatuh tepat di tangan Danrem, menjadi saksi bisu betapa dalamnya perasaan wanita itu, melihat harapan yang selama puluhan tahun hanya ada dalam angan-angan, kini nyata di depan mata.
Momen menyentuh itu terjadi saat Danrem didampingi Komandan Satgas TMMD ke-128 Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, Wakil Bupati Jeneponto Islam Iskandar, serta sejumlah perwira dan anggota TNI lainnya, meninjau langsung hasil rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dikerjakan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425/Jeneponto. Di sanalah Suryanti, yang selama ini hidup dalam kekhawatiran tiada henti karena rumahnya nyaris rubuh, tak kuasa menahan gejolak hatinya.
Selama puluhan tahun, ia dan suami tinggal di bangunan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Tiang penyangga sudah lapuk dimakan usia, atap berlubang di sana-sini, dinding dan lantai pun tak lagi layak, sehingga setiap kali hujan turun atau angin bertiup kencang, mereka selalu hidup dalam ketakutan, khawatir bangunan itu runtuh sewaktu-waktu. Berbagai harapan dan permohonan bantuan kerap mereka sampaikan, namun tak satu pun yang menjadi kenyataan, hingga mereka pun mulai pasrah, mengira nasibnya tak akan pernah berubah.
Namun, semua keprihatinan itu berakhir seiring hadirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128. Sebagai bagian dari sasaran fisik utama, Satgas TMMD menyasar sejumlah rumah warga yang kondisinya paling buruk, di antaranya milik Daeng Tompo dan Suryanti. Bukan hanya satu atau dua, melainkan sebanyak 5 unit rumah tidak layak huni di wilayah itu dipilih dan direhabilitasi secara total hingga berubah menjadi rumah yang kokoh, aman, dan nyaman ditempati.
Selama proses pengerjaan, para prajurit bekerja keras tanpa mengenal lelah, mengganti seluruh bagian bangunan yang rusak dengan material berkualitas, merombak struktur hingga menjadi lebih kuat, dan menyempurnakan setiap ruangan hingga tampak seperti baru. Hasilnya kini terlihat jelas: rumah yang dulunya mengkhawatirkan, kini berdiri tegak kokoh, menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi sepasang suami istri itu.
Melihat perubahan drastis itu, Suryanti yang awalnya hanya bisa terdiam terpukau, akhirnya menangis tersedu-sedu saat bersalaman dan menyampaikan terima kasih langsung kepada Danrem. Air matanya jatuh di tangan pejabat tinggi TNI itu, membawa makna mendalam: rasa terima kasih yang tak terhingga, kelegaan yang luar biasa, serta rasa syukur yang tak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata.
“Selama ini kami hanya bisa berharap dan berdoa, tak pernah menyangka akan seindah ini kenyataannya. Rumah yang kami kira akan menjadi kuburan kami, kini berubah menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman. Terima kasih, terima kasih banyak kepada Bapak-bapak semua, kepada TNI yang telah mengabulkan doa kami selama puluhan tahun ini,” ujar Suryanti di sela-sela tangis harunya, yang membuat sejumlah pejabat dan anggota TNI yang hadir pun ikut terenyuh.
Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan menyambut hangat perasaan itu dan mengusap bahu Suryanti, menenangkannya sekaligus menyampaikan rasa bahagianya bisa melihat warga sejahtera. Menurutnya, momen ini adalah bukti paling nyata bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan juga membangun harapan, mengubah nasib, dan menumbuhkan kebahagiaan yang mendalam.
“Kami sangat bahagia melihat senyum dan kelegaan di wajah Ibu sekeluarga. Inilah tujuan utama kami hadir lewat TMMD: apa yang menjadi kebutuhan dan harapan rakyat, itulah yang akan kami usahakan terwujud. Lima rumah yang telah kami bangun ini adalah tanda kecil dari perhatian dan kepedulian TNI kepada masyarakat, dan kami berharap fasilitas ini bisa dinikmati dengan baik dan membawa manfaat seumur hidup,” tegas Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan.
Sementara itu, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa menambahkan bahwa keberhasilan menyelesaikan 5 unit rumah layak huni ini menjadi salah satu capaian yang paling membanggakan dalam TMMD ke-128. Bagi para prajurit, melihat warga yang awalnya cemas kini hidup tenang di rumah yang aman adalah hadiah terindah yang tak ternilai harganya.
Kini, Daeng Tompo dan Suryanti tak lagi perlu cemas menatap atap rumahnya atau gemetar saat cuaca buruk datang. Rumah yang kokoh itu bukan hanya melindungi tubuh mereka dari panas dan hujan, tapi juga menjadi saksi abadi betapa kuatnya ikatan batin antara TNI dan rakyat, di mana setiap doa dan harapan warga akan selalu menjadi prioritas utama yang diwujudkan dengan kerja keras dan dedikasi sepenuh hati.
Air mata yang menetes di tangan Danrem itu pun menjadi kenangan manis, sekaligus pengingat bahwa setiap hasil kerja keras TNI selalu berakar pada kasih sayang dan kepedulian yang tulus kepada rakyatnya.




