KNKT Ungkap Situasi Kritis Sebelum Kecelakaan Kereta di Bekasi, Taksi Green SM Gagal Pindah Transmisi P ke D

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengungkapkan temuan awal terhadap taksi Green SM dalam kecelakaan KA di Bekasi Timur.

Ia mengatakan berdasarkan hasil investigasi awal, kendaraan listrik tersebut melaju dari arah utara menuju selatan dan sempat berhenti di jalur rel dengan kemiringan sekitar 2,9 persen.

"Data on-board unit kendaraan B 2864 SBX tidak terdapat rekaman yang mendeteksi error pada sistem berdasarkan data satu jam sebelum kejadian," kata Soerjanto dalam rapat Komisi V DPR RI, Kamis, 21 Mei 2026.

BACA JUGA:Fakta Investigasi KNKT Kecelakaan Kereta di Bekasi, Masinis KA Anggrek Rem Tipis-Tipis 1,3 KM Sebelum Tabrakan

Soerjanto mengatakan pihaknya kemudian mengunduh data dari onboard unit kendaraan untuk mengetahui pergerakan taksi sebelum insiden.

Dari data tersebut, kendaraan awalnya berjalan normal saat berada di posisi drive atau D. Kemudian, taksi berpindah ke posisi N atau netral.

"Nah ini apa yang terjadi dari data onboard unit kami download. Jadi taksi tersebut ketika menurun pada posisi D berjalan normal dengan kecepatan antara 15 km/jam. Kemudian kendaraan berpindah ke pada posisi N dan meluncur dengan kecepatan 3 sampai 7 km/jam. Ini kami tidak tahu kenapa kok diposisinetralkan," jelas dia.

BACA JUGA:Investigasi Awal KNKT: Distraksi Cahaya Hambat Masinis Hindari Tabrakan KA di Bekasi Timur

Saat memasuki perlintasan sebidang, pengemudi disebut sempat mencoba menekan pedal gas hingga 25 persen. Namun kendaraan tidak bergerak karena transmisi masih berada di posisi netral.

Pengemudi kemudian terus menekan gas hingga 51 persen, tetapi kendaraan tetap tidak bergerak dan akhirnya berhenti di atas rel.

BACA JUGA:Beberkan Update Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menhub Tunggu Hasil Investigasi KNKT

Berdasarkan data investigasi, pengemudi sempat mengembalikan transmisi ke posisi “D”, namun tidak disertai injakan pedal gas.

Tak lama kemudian, transmisi justru berpindah lagi ke posisi “P” atau parkir.

Dalam kondisi tersebut, sopir terus mencoba mengoperasikan kendaraan dengan menekan gas, rem, hingga tombol on-off, tetapi mobil tetap tidak bergerak karena sistem berada di posisi parkir.

"Selanjutnya handle berposisi pada P, di mana selanjutnya pengemudi menginjak gas, menginjak rem, menginjak on-off on-off, tapi selalu dalam posisi P sehingga mobil tidak bisa bergerak,” ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BBPOM Bongkar Kejahatan Pabrik Kosmetik Bermerkuri di Makassar
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Dukung Presiden Prabowo, PP ISMAHI Tekankan Pentingnya Persatuan Nasional
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Pegadaian Area Parepare Gelar Program Gold Generation di SDN 76 Parepare
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Dibebaskan Israel, 9 WNI dalam Perjalanan ke Istanbul Turki
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Erin Minta Mantan ART Diperiksa ke Psikolog
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.