Kemendes PDT Gandeng Lebih dari 70 Mitra untuk Perkuat Ekonomi Desa dan Dorong Ekspor BUMDes

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjalin lebih dari 70 kerja sama melalui nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan kementerian, lembaga, BUMN, hingga pihak luar negeri untuk memperkuat ekonomi desa dan mempercepat transformasi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kita telah melakukan lebih dari 70 MoU dan kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, BUMN (Badan Usaha Milik Desa), hingga pihak luar negeri. Karena pembangunan desa tidak bisa dilakukan sendiri,” ungkap Yandri di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Kolaborasi Super Team untuk Pembangunan Desa

Yandri menegaskan pendekatan pembangunan desa dilakukan dengan konsep kolaborasi “super team” sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Indonesia memiliki 75.266 desa sehingga pembangunan desa memerlukan dukungan dan kerja sama yang luas agar berjalan efektif.

“Indonesia memiliki 75.266 desa. Jadi kalau Menteri Desa harus turun ke semua desa setiap hari, tidak mudah selesai. Karena itu perlu kolaborasi. Presiden kita mengatakan, kita ini harus jadi super team,” kata Yandri.

Ia menilai desa memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan pangan nasional melalui berbagai produk unggulan seperti beras, jagung, sayur, buah, hingga protein hewani.

Kemendes PDT juga menegaskan seluruh kerja sama lintas sektor diarahkan untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan.

BUMDes Tembus Pasar Ekspor Internasional

Dalam kesempatan tersebut, Yandri turut menyoroti perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilai semakin berkembang melalui berbagai program kerja sama.

Menurutnya, ribuan BUMDes saat ini memiliki pendapatan yang bervariasi mulai dari di bawah Rp1 miliar hingga mencapai Rp28 miliar per tahun.

“BUMDes telah mengekspor kentang, produk sapi, hingga ikan ke Kanada, Prancis, Inggris, dan Afrika Selatan. Ada desa dengan pendapatan Rp17,6 miliar, ada juga yang Rp28 miliar per tahun,” ujar Yandri.

Produk desa yang telah menembus pasar internasional tersebut meliputi kentang, produk sapi, dan ikan dengan tujuan ekspor ke Kanada, Prancis, Inggris, serta Afrika Selatan.

Kemendes PDT menilai penguatan BUMDes menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus memperluas akses produk lokal ke pasar global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Zodiak Paling Gampang Sakit Hati, Perasaannya Super Sensitif
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
KNKT: KA Argo Bromo Tiba Lebih Cepat 3 Menit di Bekasi Timur Tak Sesuai Gapeka
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Periksa Model AWS soal Ngaku Jadi Korban Begal
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Uji Publik RUU HAM di UIN Walisongo, Pemerintah Dorong Regulasi HAM yang Inklusif dan Responsif Terhadap Perkembangan Zaman
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Ebola Bundibugyo Menggila di Kongo, Risiko Global Masih Rendah
• 21 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.