Tak Digaji Tetap, Pembersih Kaca Gedung Tinggi Hidup dari Proyek ke Proyek

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pembersih kaca gedung tinggi di Jakarta tidak menerima gaji tetap setiap bulan karena status mereka merupakan pekerja lepas atau freelance.

Penghasilan mereka bergantung pada ada atau tidaknya proyek yang datang. Jika sedang ramai pekerjaan, penghasilan bisa mencapai belasan juta rupiah dalam sebulan.

Namun ketika proyek sepi, mereka harus bersiap menghadapi masa tanpa pemasukan pasti.

Baca juga: 4 WN China Ditangkap Imigrasi Usai Operasikan Sindikat Scam Online di Jakbar

“Tidak ada gaji tetap bulanan. Kalau ada proyek kami kerja, kalau enggak ada ya kosong dulu,” ujar Rizki Rianto (36), pembersih kaca gedung tinggi, saat ditemui Kompas.com di Gedung BPH Migas, Tandean, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Rizki, pembersih kaca gedung saat ditemui di Gedung BPH Migas, Tandean, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).
Sebelum menjadi pembersih kaca gedung tinggi, Rizki bekerja di bengkel. Ia kemudian diajak temannya untuk mencoba dunia rope access, metode kerja di ketinggian yang menggunakan sistem tali dan perlengkapan keselamatan khusus untuk mencapai lokasi yang sulit dijangkau.

Ketika itu, pekerja rope access dinilai memiliki penghasilan lebih besar. Namun, untuk bisa bekerja di profesi tersebut, Rizki tidak langsung turun ke lapangan karena harus menjalani pelatihan dan proses sertifikasi selama beberapa tahun.

“Dulu sekitar tiga sampai empat tahun baru benar-benar dapat lisensi dan bisa diturunkan kerja,” ujar Rizki.

Rasa takut terus menghantui Rizki saat pertama kali bekerja di ketinggian. Ia mengaku pucat ketika melihat ke bawah dari sisi gedung. Namun, pendampingan senior membuatnya perlahan terbiasa.

“Dua sampai tiga hari mulai terbiasa,” kata dia.

Selama bekerja, Rizki pernah menangani proyek di berbagai daerah, termasuk Kalimantan. Namun, meski sudah satu dekade bekerja, statusnya tetap freelance.

Menurut Rizki, sistem kerja yang dijalaninya menggunakan pembagian hasil proyek sesuai jumlah anggota tim yang turun bekerja.

“Kami sistemnya bagi hasil. Jadi bukan gaji tetap perusahaan,” ujarnya.

Dalam satu bulan, proyek yang diterima biasanya hanya satu sampai dua pekerjaan. Bahkan pada periode tertentu, proyek bisa sepi cukup lama.

Baca juga: GRIB Bantah Ketumnya Lepaskan Tembakan di Depan Putri Ahmad Bahar: Pak Hercules Orang Baik

“Kadang menjelang Lebaran agak kosong,” kata dia.

Situasi itu membuat para pekerja harus hidup dengan ketidakpastian pemasukan. Ketika proyek belum datang, mereka hanya bisa menunggu panggilan kerja berikutnya.

Di sisi lain, pekerjaan tersebut juga menuntut modal besar karena sebagian pekerja membeli perlengkapan keselamatan sendiri.

Rizki mengatakan satu set alat kerja lengkap bisa mencapai sekitar Rp 25 juta. Seluruh perlengkapan itu dibeli perlahan dari hasil proyek yang diterima.

“Dicicil dari hasil proyek,” tutur Rizki.

Meski tidak memiliki gaji tetap dan harus membeli alat sendiri, Rizki mengaku tetap memilih sistem freelance karena merasa lebih fleksibel dibanding bekerja penuh waktu di perusahaan.

“Kalau terikat perusahaan enggak terlalu tertarik. Lebih enak fleksibel seperti sekarang,” katanya.

Namun, fleksibilitas itu tetap dibayar dengan risiko tinggi. Saat bekerja di gedung tinggi, Rizki harus menghadapi angin yang bisa datang tiba-tiba dan memengaruhi keseimbangan tubuh.

Bertahan karena suka tantangan

Pekerja rope access lain, Fajar Maulana (27), juga menjalani sistem kerja serupa.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Menhub: Masih Ada 5 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur yang Dirawat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Balik Berakhirnya Layanan Hemat Ojol...
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Pengadilan Tinggi DKI Kuatkan Vonis 5 Tahun Penjara Eks Sekretaris MA Nurhadi
• 3 jam laluokezone.com
thumb
YLBH Desak Polisi Usut Dugaan Pengeroyokan oleh Anggota DPRK Nagan Raya
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Trump dan Netanyahu Bersitegang, Disebut Tak Sepakat Berlanjutnya Perang dengan Iran
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Sulsel Peringkat 1 Literasi Nasional, Perkuat Transformasi Perpustakaan di Era AI
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.