Trump Sebut Negosiasi AS dan Iran Telah Memasuki Tahap Akhir

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa proses negosiasi antara negaranya dengan Iran saat ini telah mencapai "tahap akhir".

Pernyataan ini mengindikasikan adanya kemajuan yang cukup signifikan dalam serangkaian pembicaraan mengenai berbagai isu krusial yang selama ini belum terselesaikan antara Washington dan Teheran.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa pemerintahan AS terus berupaya keras mencapai kesepakatan yang komprehensif. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan terlayaninya kepentingan nasional Amerika, sekaligus mendorong terciptanya stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

Meski demikian, sang presiden menolak untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai draf kesepahaman yang tengah diusulkan, sebagaimana dikutip dari laporan Voice of Emirates, Kamis, 21 Mei 2026.

Pengumuman dari orang nomor satu di AS ini disampaikan di tengah tingginya lalu lintas aktivitas diplomatik di kawasan Timur Tengah. Selama ini, kontak tidak langsung antara Washington dan Teheran terus berlanjut secara intensif dengan melibatkan peran dari sejumlah mediator regional maupun internasional.

Berdasarkan laporan media dalam beberapa hari terakhir, memang terdapat sinyal kemajuan pada isu-isu spesifik, khususnya yang berkaitan dengan masa depan program nuklir Iran serta wacana pencabutan sanksi ekonomi. Kendati demikian, jurang perbedaan pendapat dilaporkan masih terus berlanjut pada sejumlah isu yang dinilai sangat mendasar.

Proses negosiasi alot antara AS dan Iran ini tak pelak dipantau secara ketat oleh dunia internasional. Pasalnya, hasil akhir dari kesepakatan ini akan berdampak langsung dan masif terhadap lanskap keamanan regional, fluktuasi pasar energi global, hingga kelancaran navigasi maritim dunia khususnya di kawasan strategis Teluk dan Selat Hormuz. Banyak negara menaruh harapan besar agar potensi kesepahaman ini dapat meredakan ketegangan militer dan politik yang sempat memuncak dalam beberapa bulan terakhir.

Ironisnya, terlepas dari optimisme kemajuan dalam negosiasi, realita menunjukkan bahwa Washington dan Teheran masih saling melontarkan pernyataan tajam. Pemerintahan Trump berulang kali mengisyaratkan ancaman terbuka untuk menggunakan langkah-langkah yang jauh lebih keras dan agresif apabila pembicaraan damai ini berujung kegagalan.

Di sisi lain, posisi Iran juga tak kalah keras. Teheran bersikukuh pada tuntutan mutlaknya terkait pencabutan seluruh sanksi ekonomi dan jaminan penuh atas hak pengembangan nuklirnya. Iran berulang kali menekankan perlunya mencapai sebuah kesepahaman diplomasi yang "seimbang dan adil" bagi kedua belah pihak, tanpa adanya tekanan sepihak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update: Daftar Mata Uang Terlemah di Dunia Versi Forbes Advisor 2026
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mobil Listrik Keluarga 5 Seater, Cocok Buat Harian dan Perjalanan Akhir Pekan
• 15 menit lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Usulkan Komisi Nasional Khusus di RUU Masyarakat Adat
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah ikhtiar cegah Zero Dose imunisasi pada anak di Aceh
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Balikan dengan Gusti Ega, Angel Karamoy Dapat Hadiah Rumah Mewah
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.