Dukung Bansos Digital, Dukcapil Percepat Integrasi Data Kependudukan di Jatim

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SURABAYA - Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, bersama Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur pada Rabu (20/5).

Agenda utama adalah percepatan integrasi data kependudukan untuk mendukung uji coba Perlinsos Digital secara maraton di tiga kota: Surabaya, Kota Mojokerto, dan Kota Malang.

BACA JUGA: Dukcapil DKI Catat Sebegini Pendatang Baru Masuk Jakarta Pascalebaran 2026

Rombongan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan tiba di Bandara Juanda Surabaya pukul 06:50 WIB.

Suasana pagi yang cerah menyambut kedatangan Dirjen Dukcapil, yang langsung menuju Ruang Rapat Sekda Kota Surabaya untuk memulai rangkaian sosialisasi.

BACA JUGA: Dukcapil–Kemenko Kumham Imipas Mantapkan Agenda Pemulihan Korban Pelanggaran HAM

Di Surabaya, acara berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kota Surabaya bersama Plh. Sekda Kota Surabaya, Syamsul Hariadi.

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur data kependudukan dari provinsi hingga tingkat kota.

BACA JUGA: PKS Dukcapil & BPKH jadi Fondasi Digital Public Infrastructure untuk Layanan Haji

“Integrasi data kependudukan adalah fondasi agar penyaluran bantuan sosial (bansos) digital benar-benar tepat sasaran. Dengan verifikasi biometrik dan NIK, kita memastikan tidak ada warga yang terlewat,” ujar Teguh Setyabudi.

Plh Sekda Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan, Pemerintah Kota Surabaya mengerahkan puluhan ribu agen Perlinsos lokal, termasuk unsur ASN, perangkat kelurahan, pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Kader Surabaya Hebat (KSH).

Sedangkan jumlah penerima bansos reguler yang terverifikasi di Kota Surabaya adalah sekitar 45.000 lebih penerima PKH dan 85.000 lebih penerima BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai).

Kedua bantuan ini memiliki kriteria yang beririsan, sehingga sebagian warga penerima PKH juga otomatis terverifikasi sebagai penerima BPNT tergantung komponen dalam keluarganya.

Proses pembersihan data atau ground check lapangan terus berjalan berkala untuk memastikan bantuan tetap tepat sasaran.

"Kota Surabaya saat ini berada pada tahap akselerasi agresif aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi penerima bansos dan menjadi salah satu daerah piloting utama. Menyusul perluasan uji coba Perlinsos Digital oleh pemerintah pusat ke 42 kabupaten/kota pada Mei 2026, Pemkot Surabaya terus menggenjot kesiapan sistem dan masyarakat di lapangan,” kata dia.

Sinergi Data Lokal dan Nasional

Usai makan siang, pukul 14.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kota Mojokerto. Sosialisasi digelar di Pendopo Wali Kota Mojokerto bersama Wali Kota Ika Puspitasari atau Ning Ika.

“Sinkronisasi data lokal dengan data nasional menjadi kunci validasi 36 juta penerima manfaat PKH dan BPNT. Dengan Digital Public Infrastructure, kita membangun sistem bansos yang lebih adil dan efisien,” jelas Direktur PIAK Muhammad Nuh Al Azhar.

Wali Kota Mojokerto, Ning Ika, menyampaikan, pihaknya terus mengoptimalkan aktivasi IKD bagi penerima bansos di menyusul perluasan uji coba Perlinsos Digital.

"Warga penerima diimbau untuk segera mengunduh dan mengaktifkan akun IKD melalui portal resmi Portal Perlinsos. Bagi warga yang kesulitan, pemerintah melakukan jemput bola pendampingan aktivasi di kelurahan dan kecamatan. Kami di Mojokerto siap menjadi bagian dari transformasi ini. Digitalisasi bansos adalah kebutuhan, bukan pilihan," kata Ning Ika.

Pembangunan DPI nasional

Pada sore harinya pukul 16:00 WIB, rombongan bergerak menuju Kota Malang. Perjalanan darat penuh semangat menjadi penghubung menuju agenda esok hari.

Rencananya pada Kamis pagi, sosialisasi dilanjutkan di Balaikota Malang bersama Wali Kota Wahyu Hidayat.

Teguh Setyabudi menekankan kembali bahwa digitalisasi bansos berbasis IKD merupakan bagian dari pembangunan Digital Public Infrastructure nasional.

“Malang menjadi titik penting dalam uji coba ini. Dengan dukungan daerah, kita memastikan bansos digital berjalan akurat, transparan, dan akuntabel,” ungkap Teguh Setyabudi.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh langkah ini. Malang siap menjadi contoh penerapan bansos digital yang berintegritas.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Ditjen Dukcapil untuk mempercepat integrasi data kependudukan di Jawa Timur.

Surabaya, Mojokerto, dan Malang menjadi pionir uji coba Perlinsos Digital, memastikan bansos tersalurkan tepat sasaran dengan dukungan teknologi biometrik dan NIK. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fasilitas Keselamatan 20 Perlintasan KA di Malang Raya Bakal Ditingkatkan
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
MUI Bersyukur 9 WNI Relawan GSF yang Sempat Diculik Israel Kini Dibebaskan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pidato Presiden dan Sorotan pada Wajah Himbara
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Aset Mewah Sandra Dewi Laris Dilelang, Kejagung Raup Hampir Rp1 Triliun
• 3 jam lalucumicumi.com
thumb
Pameran seni ART with HEART wujud semangat inklusivitas kreativitas
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.