JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan tahun warga RW 22, Muara Angke, Jakarta Utara, hidup berdampingan dengan jalan rusak, bergelombang, dan tak pernah tersentuh aspal.
Hampir setiap hari, aktivitas warga terhambat karena harus melintasi jalan yang dipenuhi pasir dan batu. Risiko jatuh saat berjalan kaki maupun tergelincir ketika mengendarai sepeda motor sudah menjadi keseharian warga RW 22.
Kini kondisi tersebut berubah. Jalan yang rusak selama puluhan tahun itu telah menjadi jalur beton mulus setelah Pemerintah Provinsi Jakarta membangun tanggul mitigasi banjir rob.
Tanggul mitigasi banjir rob itu merupakan jalan yang ditinggikan sepanjang 1,1 kilometer (km) dengan lebar bervariasi, mulai dari lima hingga enam meter.
Baca juga: Kronologi Penipuan Ikan Ekspor di Muara Angke, Korban Rugi Rp 1,07 Miliar
Ketua Subkelompok Pengendalian Rob dan Pengamanan Pesisir Pantai Bidang Pengendalian Rob dan Pengamanan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jakarta, Achmad Daeroby, mengatakan proyek tanggul mitigasi tersebut telah rampung 100 persen setelah dikerjakan selama berbulan-bulan.
Kini warga Muara Angke tak perlu lagi waswas saat keluar rumah karena jalan sudah mulus dan nyaman dilalui, baik oleh pejalan kaki maupun pengendara.
Diklaim EfektifAchmad mengatakan, selain mendukung aktivitas warga, tanggul mitigasi itu juga dinilai efektif mengurangi banjir rob yang selama ini kerap merendam kawasan Muara Angke.
"Tanggul ini dapat berfungsi efektif dengan ketinggian banjir rob maksimal pada elevasi +2,5 meter di Peil Priok," ujar Achmad.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tanggul mitigasi hanya berfungsi sebagai penanganan darurat atau jangka pendek untuk banjir rob.
Baca juga: Transfer Rp 1,07 Miliar, Korban Penipuan Ikan Ekspor di Muara Angke Tak Terima Barang
Sementara solusi jangka panjangnya adalah pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
Menurut Achmad, proyek NCICD akan dibangun di sepanjang kali dan pantai kawasan Muara Angke sehingga permukiman warga memiliki perlindungan ganda dari banjir rob.
Warga SenangSalah satu warga RW 22, Zahroni (45), mengaku senang karena jalan di depan rumahnya akhirnya mulus setelah puluhan tahun tak pernah diperbaiki.
"Dengan jalanan yang sudah bagus ini, Alhamdulillah akses menjadi lebih nyaman dan enak," kata Zahroni saat ditemui di lokasi, Kamis.
Bos seafood itu bercerita, sejak dulu jalan di kawasan RW 22 memang tak pernah bagus karena wilayah tersebut merupakan area rawa atau empang.
Bahkan, kata dia, dahulu warga membangun rumah panggung karena area bawahnya masih berupa perairan.
Baca juga: Penipuan Ikan Ekspor di Muara Angke Diduga Berlangsung Sejak 2024





