Pasar Bergejolak, KREN Kembali Buyback Rp50 Miliar

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Harga saham perseroan dinilai undervalued (terlalu murah) atau belum mencerminkan nilai fundamentalnya.

Pasar Bergejolak, KREN Kembali Buyback Rp50 Miliar (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) kembali mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp60 miliar di tengah gejolak pasar.

Program buyback dilaksanakan karena harga saham perseroan dinilai undervalued (terlalu murah) atau belum mencerminkan nilai fundamentalnya.

Baca Juga:
KREN Ganti Nama dan Petingginya Resign Berjamaah, Ini Penjelasan Manajemen

"Program Pembelian Kembali Saham ini merupakan salah satu bentuk usaha perseroan untuk mengembalikan kepada titik keseimbangan nilai pasar wajar," tulis manajemen KREN dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (21/5/2026).

Adapun saham KREN ditutup melemah 6,67 persen ke level Rp14 dan menyentuh auto reject bawah (ARB) pada Kamis (21/5/2026).

Baca Juga:
Quantum Clovera (KREN) Rampungkan Buyback 1 Juta Saham di Harga Rp10

Dalam tiga bulan terakhir, saham KREN tercatat telah turun sekitar 30 persen, sedangkan secara year to date (ytd) terkoreksi 26,32 persen.

Saat ini saham KREN juga berada di papan pemantauan khusus dengan notasi L dan X sehingga diperdagangkan menggunakan skema full call auction (FCA).

Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026.

Pelaksanaan pembelian kembali saham akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB atau selambat-lambatnya hingga 24 Juni 2027.

Manajemen menegaskan, sumber dana buyback berasal dari kas internal perseroan sehingga tidak akan mengganggu kegiatan operasional perusahaan.

“Perseroan telah menyisihkan sejumlah dana untuk Pembelian Kembali Saham yang berasal dari dana lebih yang tidak akan mengganggu operasional Perseroan,” tutur manajemen.

Selain itu, perseroan meyakini pelaksanaan buyback tidak akan berdampak terhadap pendapatan maupun biaya pembiayaan perusahaan karena seluruh pendanaan berasal dari kegiatan operasional internal.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Damkar: Auditorium Kampus Binus Terbakar Diduga Overload Jaringan Listrik
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Disambut Pelukan dan Sorak, Aktivis Flotilla Gaza Tiba Kembali di Italia
• 4 jam laludetik.com
thumb
Menteri PKP Apresiasi Dukungan BSI terhadap Program Perumahan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Dalami Penyerahan Imbalan Proyek Jalur Kereta ke Pejabat Kemenhub
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Harga Emas Dunia Stabil di Tengah Ketidakpastian Perang Iran
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.