JAKARTA, KOMPAS.com - Markas Besar (Mabes) TNI memberangkatkan 744 orang prajurit sebagai anggota pasukan perdamaian atau Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Pemberangkatan tersebut ditandai dengan upacara Pemberangkatan Satgas TNI Konga UNIFIL Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026), yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Agus menegaskan bahwa keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap profesionalisme prajurit Indonesia.
Baca juga: TNI Kembali Kirim Pasukan ke Lebanon, Keselamatan Prajurit Diminta Jadi Prioritas
Agus juga menekankan agar seluruh personel menjaga nama baik Indonesia dan Satgas Konga selama bertugas di daerah misi.
“Mematuhi standar operasional prosedur (SOP), meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi, serta menjaga moral dan kesehatan selama penugasan,” bunyi keterangan Dispen AU.
Adapun 744 personel yang berangkat ke Lebanon terdiri dari 571 personel TNI AD, 79 personel TNI AL, 63 personel TNI AU, dan 31 personel Mabes TNI.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono berpesan agar para prajurit menyiapkan diri dan menjalankan tugas dengan baik, penuh semangat, dan ikhlas karena membawa nama Indonesia di mata dunia.
Baca juga: Kenapa Pemerintah Tetap Kirim Pasukan Perdamaian ke Lebanon Usai Peristiwa Gugurnya Prajurit TNI?
“Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko. Artinya, kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit harus disiapkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Sugiono dalam Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian, Senin (11/5/2026), dikutip dari siaran pers.
Sugiono mengatakan, rapat koordinasi tersebut penting untuk memperkuat koordinasi di tengah dinamika geopolitik dan meningkatnya risiko di wilayah penugasan.
Menurut dia, rapat itu tidak boleh dianggap sebagai rutinitas semata.
“Kemenlu akan terus melaksanakan koordinasi dan kerja sama untuk meningkatkan misi perdamaian sebagai bagian dari amanat konstitusi dan reputasi negara,” ucap Sugiono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




