Gelombang pemutusan hubungan kerja kembali mengguncang industri teknologi global. Kali ini, Meta memangkas sekitar 8.000 karyawan atau 10 persen dari total tenaga kerjanya di tengah agresifnya ekspansi perusahaan ke sektor kecerdasan buatan atau AI.
Bagi ribuan pegawai yang terdampak, kabar pahit itu datang lewat email singkat bernada formal. Salah satu kalimat yang paling menyita perhatian berbunyi, “Sayangnya, posisi Anda telah dihapus sebagai bagian dari reorganisasi hari ini.”
Tak berhenti di situ, Meta juga meminta karyawan yang sedang berada di kantor untuk segera membereskan barang-barang pribadi mereka dan pulang.
“Jika Anda sudah berada di kantor, kami mohon agar Anda mengumpulkan barang-barang pribadi Anda di meja dan pulang,” tulis perusahaan dalam pemberitahuan tersebut.
PHK massal itu mulai dijalankan pada Rabu pagi, bersamaan dengan langkah Meta memindahkan lebih dari 7.000 pegawai lain ke divisi yang fokus pada pengembangan AI. Restrukturisasi besar-besaran ini disebut sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan sekaligus pengalihan sumber daya menuju teknologi masa depan.
Baca Juga: Meta Kenalkan Obrolan Incognito AI, Chat Disebut Hilang Otomatis
Meta menjelaskan bahwa pemangkasan dilakukan demi menjalankan perusahaan secara lebih efisien dan membantu mendanai investasi besar yang tengah digelontorkan perusahaan di sektor AI.
Di balik bahasa korporasi yang terdengar tenang, para karyawan harus menghadapi kenyataan pahit. Kartu identitas pegawai langsung dinonaktifkan, akses ke sistem internal dicabut, dan dalam waktu satu jam mereka diarahkan ke “Portal Alumni” Meta untuk mengurus pesangon, visa, tunjangan hingga bantuan mencari pekerjaan baru.
“Kontribusi Anda di Meta telah menjadi bagian penting dari kisah kami,” lanjut email tersebut.
Langkah terbaru ini menjadi gelombang PHK terbesar Meta sejak CEO Mark Zuckerberg meluncurkan program “Tahun Efisiensi” pada periode 2022-2023 lalu. Pada masa itu, sekitar 21.000 posisi kerja dihapus dari perusahaan.
Meski melakukan pengurangan besar-besaran, Meta justru meningkatkan belanja perusahaan untuk pengembangan AI secara agresif. Tahun ini, perusahaan memperkirakan pengeluaran modal mencapai 125 miliar dolar AS hingga 145 miliar dolar AS atau lebih dari dua kali lipat dibanding pengeluaran tahun 2025.
Restrukturisasi internal pun dilakukan besar-besaran karena Zuckerberg meyakini AI akan menjadi era komputasi berikutnya.
“Selalu sedih untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang telah berkontribusi pada misi kami dan untuk membangun perusahaan ini,” tulis Zuckerberg.
Baca Juga: AI Kembali Makan Korban, Giliran Karyawan Meta Akan Kena PHK
Di saat yang sama, ia mencoba menenangkan pegawai yang masih bertahan dengan memastikan belum ada rencana PHK lanjutan tahun ini.
Namun Zuckerberg tetap menunjukkan ambisi besar Meta ke depan. Ia menyebut perusahaannya sebagai salah satu pemain teknologi yang memiliki posisi kuat untuk menentukan masa depan industri digital global.
Ia bahkan kembali menegaskan visi Meta untuk membangun “ketekunan pribadi” bagi pengguna di seluruh dunia melalui pengembangan teknologi AI yang kini menjadi fokus utama perusahaan.





