Kampus Binus Anggrek Kuliah Online Imbas Kebakaran, Mahasiswa Bingung Dilarang Masuk

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas perkuliahan di kampus Bina Nusantara (Binus) Anggrek, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat dialihkan menjadi daring (online) imbas kebakaran, Jumat (22/5/2026) pagi.

Kondisi mendadak ini membuat sejumlah mahasiswa yang sudah telanjur tiba di lokasi kebingungan saat dilarang memasuki area kampus.

Sebab, informasi mengenai kebakaran dan pengalihan kelas baru menyebar di grup komunikasi mahasiswa saat sebagian dari mereka sudah berada di perjalanan menuju kampus.

Baca juga: Kebakaran di Binus Kemanggisan Jakbar, Asap Tebal Kepung Area Kampus

Hal ini dialami oleh Jason (20), mahasiswa semester dua Binus Anggrek yang mengaku harus gigit jari karena sudah jauh-jauh berkendara dari rumahnya di Depok, namun tidak bisa masuk ke area kampus.

"Dari Depok, berangkat dari jam 06.15 WIB lah tadi. Belum ada info kalau kampus kebakaran. Kebetulan saya nyetir mobil kan, jadi enggak ngecek handphone," ujar Jason saat ditemui Kompas.com di depan area kampus, Jumat.

Sesampainya di lokasi, Jason kebingungan karena akses masuk kampus sudah ditutup total oleh pihak keamanan karena adanya proses pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran.

"Nyampe sini sekitar jam 07.00 WIB ternyata gerbangnya ditutup, dibilangin enggak bisa masuk ada kebakaran. Bingung lah saya, udah nyampe gini kan," kata dia.

Pihak kampus langsung memberikan arahan agar mahasiswa tidak datang ke lokasi dan mengganti metode pembelajaran melalui aplikasi Zoom.

"Harusnya kelas jam 07.20 WIB, akhirnya dialihkan ke Zoom, online doang sampai jam 09.00 WIB. Pokoknya diumumin kalau kampus tuh ada kebakaran, terus langsung disaranin buat pakai online Zoom meeting gitu," jelasnya.

Ia pun membenarkan bahwa berdasarkan informasi yang tersebar, titik kebakaran berada di auditorium lantai 5.

Baca juga: Kebakaran di Binus Anggrek Jakbar, Api dari Ruang Auditorium Lantai 5

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Morio (20), mahasiswa jurusan Computer Science yang sebenarnya tidak memiliki jadwal kelas reguler, melainkan hendak mengikuti jadwal pelatihan.

"Awalnya sih sebenernya saya ada jadwal training hari ini, enggak ada jadwal kelas. Cuma pas baru nyampe sini kok langsung rame, kebakaran nih," kata Morio.

Setelah menyadari ada insiden, Morio langsung mengecek ponselnya dan mendapati rentetan pesan masuk mengenai status perkuliahan hari ini.

Ternyata, seluruh kegiatan di kampus dialihkan secara daring.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Nah langsung dapetlah info di WA-WA (WhatsApp) dan grup Discord angkatan, katanya langsung di-online-kan yang kelas gitu," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalur Domisili SPMB Surabaya 2026 Murni Pakai Jarak Rumah, Nilai Rapor Tak Berlaku
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pelapor Kasus Dugaan Pemalsuan Jadi Tersangka, Ini Harapannya
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamenko Polkam Lodewijk Bicara Penurunan Indeks Demokrasi, Termasuk Kebebasan Berekspresi
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Relawan Flotilla yang Ditangkap Israel Tiba di Istanbul
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kejagung Jerat Bos PT QSS Tersangka Korupsi Izin Tambang Bauksit di Kalbar
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.