MAKASSAR, FAJAR — Google tampaknya tidak lagi menjadi Google yang kita kenal dulu. Raksasa teknologi ini baru saja merombak total mesin pencarinya secara besar-besaran. Sayangnya, perubahan ini justru memicu gelombang protes dari pengguna setianya di seluruh dunia.
Dalam ajang tahunan Google I/O 2026 pekan ini, Elizabeth Reid selaku pimpinan organisasi Search di Google, mengumumkan bahwa kolom pencarian ikonik mereka kini berbasis Conversational AI (AI berbasis percakapan). Google menyulap halaman hasil pencariannya menjadi mirip dengan ChatGPT melalui fitur “AI Overviews”.
“Ini adalah peningkatan terbesar pada kotak pencarian ikonik kami sejak debutnya lebih dari 25 tahun lalu,” klaim Elizabeth Reid, seperti dilansir dari Techcrunch, 22 Mei 2026.
Namun, alih-alih disambut tepuk tangan, inovasi ini justru memanen kritik tajam. Banyak pengguna merasa jengah karena kecerdasan buatan dipaksakan masuk ke segala lini, sehingga berselancar di internet kini terasa seperti terjebak di dalam ruang obrolan chatbot.
Apalagi, rekam jejak AI milik Google sempat menuai kontroversi—mulai dari memberikan saran ngawur hingga hal-hal berbahaya lainnya. Tak heran jika salah satu komentar di video pengumuman Google langsung viral: “Ini adalah iklan terbaik yang menyadarkan orang-orang bahwa ini saatnya pindah ke mesin pencari lain.”
Selain masalah AI yang mengganggu, dominasi mutlak Google yang sempat dinyatakan melanggar hukum monopoli oleh Pengadilan AS pada 2024 lalu juga membuat netizen mulai melirik alternatif lain.
Jika Anda termasuk yang gerah dengan wajah baru Google, berikut 6 mesin pencari (search engine) alternatif yang layak dicoba sekarang juga:
1. Kagi: Bebas Iklan dan Tanpa AI yang Mengganggu
Selama ini kita terpaksa melihat iklan di Google karena dari sanalah mereka meraup cuan. Namun, Kagi mendobrak aturan itu. Dengan sistem berlangganan mulai dari 5 dolar AS (sekitar Rp80 ribu) per bulan, Anda bisa menikmati mesin pencari yang bersih total dari iklan dan AI Overviews.
Hebatnya, Kagi menyediakan fitur “lenses” untuk menyaring hasil pencarian. Jika Anda seorang mahasiswa, Anda bisa mengaktifkan lensa akademis untuk memprioritaskan jurnal ilmiah alih-alih artikel blog biasa.
2. DuckDuckGo: Gratis dan Menjaga Privasi Ketat
Ingin yang gratis tapi ogah data pribadi Anda diintip? DuckDuckGo adalah jawabannya. Berbeda dengan Google yang merekam riwayat pencarian dan lokasi Anda demi target iklan, DuckDuckGo hanya menampilkan iklan berdasarkan kata kunci yang Anda ketik saat itu juga. Menariknya lagi, fitur AI di DuckDuckGo bisa dimatikan total melalui menu pengaturan jika Anda tidak menyukainya.
3. Startpage: Sensasi Google Tanpa Ketahuan Google
Startpage bertindak sebagai “perantara” yang cerdas. Saat Anda mencari sesuatu, Startpage akan menghapus data pribadi Anda (seperti alamat IP), lalu mengirimkan kata kunci tersebut ke sistem Google, dan mengembalikan hasilnya kepada Anda. Hasilnya akurat khas Google, tetapi Google sama sekali tidak tahu siapa Anda. Tentu saja, Anda juga bisa mematikan fitur AI di sini.
4. &udm=14: Google Versi Jadul dan Minimalis
Nama mesin pencari yang unik ini diambil dari kode formula pemrogram (string) yang berfungsi membuang fitur AI Overviews di Google secara otomatis. Menggunakan mesin pencari ini akan memberikan Anda hasil pencarian Google yang murni, bersih, dan bebas dari ringkasan AI yang kerap memenuhi layar.
5. Brave: Dilengkapi Fitur Saringan Unik
Brave menawarkan peramban (browser) sekaligus mesin pencari. Karena berbasis Chromium, Anda tetap bisa memasang semua extension atau colokan Google Chrome favorit Anda di sini.
Kelebihan utamanya terletak pada fitur “Goggles” yang memungkinkan pengguna menyaring informasi secara spesifik. Misalnya, Anda bisa memilih menyaring “Berita Kiri”, “Berita Kanan”, “Blog Teknologi”, hingga menyaring filter “Tanpa Pinterest” agar hasil pencarian Anda tidak dipenuhi gambar dari platform tersebut.
6. Ecosia: Browsing Sambil Menyelamatkan Bumi
Sama seperti Brave, Ecosia juga berbasis Chromium sehingga sangat familier digunakan. Nilai jual utama Ecosia adalah misinya yang ramah lingkungan. Perusahaan ini menyumbangkan sekitar 80% keuntungan iklannya untuk mendanai gerakan penanaman pohon di seluruh dunia. Mereka juga sangat transparan dengan merilis laporan keuangan bulanan agar pengguna tahu kontribusi nyata dari setiap klik yang mereka lakukan.
Perubahan radikal Google membuktikan bahwa era internet lawas yang simpel sudah mulai bergeser. Namun, dengan 6 alternatif di atas, Anda tetap punya kendali penuh untuk menentukan bagaimana cara Anda menjelajahi dunia maya. Tertarik mencoba salah satunya? (*Nin)





