Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi meresmikan pelayanan digital seleksi dan menyelesaikan kontrak umrah pada musim 1448 Hijriah. Pemerintah Arab Saudi menggunakan platform Masar Nusuk, sehingga semua urusan dapat diselesaikan secara daring.
Melansir dari Gulf News, Kemenhaj Arab Saudi mengatakan hal ini merupakan langkah strategi untuk ekosistem digital yang lebih luas dengan tujuan otomatis prosedur kontrak, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat kesiapan sektor umrah untuk periode selanjutnya.
Kode quick response (QR) merupakan model kontrak yang digunakan dalam verifikasi digital untuk integrasi semua data ke dalam Masar Nusuk. Karena Arab Saudi ingin mengupayakan untuk menyederhanakan prosedur bagi jamaah dan peningkatan kualitas pelayanan umrah.
Ilustrasi ibadah umrah. Foto: dok MI/Ramdani.
Baca Juga :
Umrah Sunnah Calon Jemaah Haji Dibatasi Maksimal 3 KaliKementerian berharap perusahaan travel umrah domestik dapat menjalin kerja sama dengan platform layanan baru tersebut. Kerja sama itu mencakup berbagai aspek, mulai dari akomodasi, transportasi, katering, layanan bernilai tambah, hingga desain paket dan program perjalanan.
Langkah ini dilakukan menjelang dimulainya pengajuan dan pemrosesan visa pada 31 Mei, sementara penerbitan izin umrah melalui aplikasi Nusuk akan dimulai pada 1 Juni.
Dengan demikian, calon jemaah umrah diharapkan dapat menikmati layanan yang lebih optimal melalui penguatan integrasi digital dan operasional di seluruh ekosistem umrah. (Adrian Bachtiar)




