Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan upaya normalisasi tanggul dan pemulihan lingkungan permukiman warga pascabanjir di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, dipercepat. Hal itu seiring kondisi genangan yang mulai berangsur surut.
"Proses penanganan dan pemulihan terus dilakukan meskipun kondisi banjir menunjukkan perkembangan yang lebih baik," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026, melansir Antara.
Banjir terjadi pada Rabu sore, 20 Mei 2026, akibat peningkatan debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga, yang menyebabkan air meluap ke sejumlah wilayah permukiman warga. Menurut Abdul, fokus utama penanganan saat ini diarahkan pada percepatan normalisasi tanggul dan pemulihan lingkungan.
Baca Juga :
13 Jembatan Gantung di Sintang Putus Diterjang Banjir"Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk mengantisipasi potensi luapan susulan apabila terjadi peningkatan intensitas hujan di wilayah setempat," ujar dia.
Banjir melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Foto: Dokumentasi BPBA
Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Aceh Tenggara masih melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan rumah warga, serta memantau kondisi masyarakat di tiga kecamatan dan sembilan desa terdampak. Hasil pendataan sementara menunjukkan sebanyak 991 jiwa dari 252 kepala keluarga terdampak banjir. Kerugian material meliputi tiga unit rumah mengalami rusak ringan dan 249 rumah lainnya terdampak genangan.
BNPB juga menyebutkan masyarakat mulai melakukan pembersihan rumah dan fasilitas umum secara gotong royong bersama personel BPBD dan pemadam kebakaran (damkar), sementara dukungan kebutuhan dasar seperti air bersih turut disalurkan oleh PDAM Tirta Agara untuk membantu pemulihan warga pascabanjir.




