Bisnis.com, SEMARANG - PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) resmi mengoperasikan wajah baru Kantor Cabang (KC) Semarang pada Kamis (21/05/2026). Peresmian ini menandai strategi perseroan dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas penetrasi pasar di wilayah Jawa Tengah.
"Kami membuat sebuah Priority Banking Center yang fokus ke nasabah-nasabah wealth management. Nasabah yang affluent," ujar Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie.
Jawa Tengah dipilih sebagai fokus utama ekspansi karena posisinya yang sangat strategis secara geografis di tengah Pulau Jawa.
Wilayah ini juga memiliki upah minimum yang relatif kompetitif dibanding provinsi tetangganya, ditambah kesiapan infrastruktur logistik seperti pelabuhan. Tak heran jika perpindahan pelaku industri ke wilayah Jawa Tengah membuka peluang baru bagi sektor perbankan.
"Saya ingin KC Semarang ini bisa benar-benar menjadi teladan. Karena jadi yang pertama, maka harus jadi contoh bagaimana supaya ini jadi model yang sukses. Tidak saja nasabah penetration, asset under management, tetapi juga service, dan sebagainya," ujar Kunardy dalam wawancara terbatas bersama media di Kota Semarang.
Berbeda dengan layanan perbankan prioritas konvensional, perseroan menerapkan strategi diferensiasi berbasis komunitas melalui kegiatan reguler bertajuk "Thank God It's Friday with KB Bank" guna membangun kedekatan emosional dengan nasabah ritel.
Baca Juga
- KB Bank Suntik Pembiayaan Rp200 Miliar ke Sektor Teknologi
- KB Bank (BBKP) Tak Mau Gegabah Pangkas Bunga
- KB Bank (BBKP) Nilai Program PINISI BI Bisa Dorong Pembiayaan ke Sektor Riil
Selain membidik nasabah individu berdana besar yang cenderung berkarakter low-profile di Jawa Tengah, KB Bank juga tetap mempertahankan komitmennya pada inklusi keuangan melalui peluncuran fasilitas Mini ATM dan pemberdayaan ribuan agen lokal di pelosok daerah.
Dari sisi penyaluran dana, ekspansi di Jawa Tengah ini menjadi salah satu penopang target pertumbuhan kredit KB Bank yang dipatok pada level 15% untuk tahun 2026. Target agresif tersebut berada di atas proyeksi industri yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kisaran 8-12%.
Guna mencapai target tersebut, KB Bank mengombinasikan kekuatan segmen korporasi termasuk perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan, sektor komersial, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM dan kerja sama strategis dengan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) setempat.





