Dolar Betah di Atas Rp17.720, Begini Penjelasan Lengkap BI

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih terus mengalami tekanan. Bahkan, telah bertengger di level Rp17.725/US$.

Berdasarkan data Refinitiv, sejak pagi ini kurs rupiah telah mengalami tekanan. Per pukul 09.15 WIB, rupiah berada di level Rp17.700/US$ atau melemah 0,34% terhadap dolar AS.

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menjelaskan, tekanan yang dialami kurs rupiah hingga kini disebabkan faktor permintaan dan pasokan dolar yang tidak sebanding.


"Dia mengalami pelemahan karena yang ditawarkan untuk US dollar lebih sedikit dari yang minta, itu gampangnya," kata Aida dalam acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC) pada hari ini, Jumat (21/5/2026).

Baca: Purbaya Pastikan RI Tidak Akan Mengulangi 1998

Permasalahan ini menurut Aida dapat dilihat dari kondisi transaksi berjalan Indonesia yang kembali mengalami defisit pada awal tahun ini.

Defisit ransaksi berjalan bahkan telah tembus hingga US$ 4 miliar atau 1,1% dari PDB pada kuartal I-2026. Defisit ini meningkat jika dibandingkan kuartal IV-2025 sebesar 0,7% dari PDB atau US$ 2,5 miliar.

"Transaksi berjalan kita artinya defisit, artinya kita netnya mengalami banyak bayar daripada nerima, ini yang menjadi permasalahan," tegas Aida.

Untuk menangani masalah itu, Aida memastikan, pemerintah dan BI telah memiliki sejumlah jurus yang dapat membuat pasokan dolar di dalam negeri dapat mengimbangi tingginya permintaan. Salah satunya dengan kehadiran BUMN Ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI).

"Presiden akan buat suatu badan untuk pastikan penerimaan ekspor lebih baik dan makin optimal," ucapnya.

Aida menekankan, selain itu, BI dan pemerintah kini juga tengah bahu membahu menarik modal asing ke dalam negeri supaya dapat memperkuat pasokan dolar di dalam negeri.

"Dan untuk menutup transaksi berjalan tadi, ada transaksi modal. Transaksi modal sedang mengalami penurunan dan harus menarik arus modal asing masuk ke Indonesia, sehingga kita bisa lakukan pemenuhan," paparnya.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Rupiah "Goyang" Tapi Purbaya Cs Jamin Stabilitas Keuangan RI Terjaga

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Yakuza Maneges Tempel Stiker di Lapak PKL, Pendiri Bantah Pungli
• 4 jam laludetik.com
thumb
Rupiah Semakin Tertekan, Kadin Jatim Nilai Relokasi Anggaran KDMP Diperlukan
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Lokomotif Anjlok di Stasiun Pasar Senen, 11 KA Jarak Jauh dari Jakarta Telat Berangkat
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Fakta Baru Sopir Taksi Hijau di Laka KRL: Baru 3 Hari Kerja-Tak Paham Mobil
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.