JAKARTA, DISWAY.ID-- Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tiyo Ardiyanto kembali mengkritik pemerintahan Prabowo Subianto dengan mengunggah foto spanduk permohonan maaf yang dipasang di halaman kampus Universitas Gajah Mada (UGM).
Dalam unggahannya tersebut pada Kamis 21 Mei 2026 dini hari menuliskan sebuah keresahan yang menganggap pemerintahan saat ini telah mengkhianati dunia Pendidikan.
BACA JUGA:Pilih 02? Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Buatkan Surat Permohonan Maaf untuk Pendukung Prabowo-Gibran
Unggahan ini sepertinya menyusul kabar dari rencana Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mulai memasuki lingkungan kampus.
Hal ini terlihat dari beberapa unggahan sebelumnya yang ada di akun Tiyo Ardianto.
“Sesungguhnya, kekuasaan hari ini telah terbukti mengkhianati ilmu pengetahuan dan karenanya Kampus menjadi pihak yang paling dilecehkan. Pengkhianatan itulah yang menjadi penyebab dari kehancuran yang semakin hari semakin terang-benderang,” tulis caption akun Instagram @tiyoardianto_
Menurut Tiyo, kampus, sebagai tempat berhimpunnya orang-orang terdidik, mesti bergerak dengan melakukan introspeksi besar-besaran karena pada setiap Takdir Kebangsaan selalu ada kampus yang berkehendak (1)mengusahakan, (2)mengizinkan/merestui, (3)membiarkan, dan (4)melawan kehancuran itu.
BACA JUGA:Jabatan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Selesai, Penggantinya Diminta Sama Kritisnya Berani Lawan Prabowo dan MBG
“Kalau saja waktu itu, semua pihak, terutama kampus sebagai penjaga nalar kebangsaan kita melawan ketika kehancuran masih sebentuk aba-aba dan bukan tanda-tanda, mungkin keadaannya kini lebih baik,” lanjut Tiyo.
Kita semua kini menyesal. Menyesal semenyesal-menyesalnya. Dan semua kampus patut meminta maaf sebagai solidaritas penyesalan sekaligus ikrar perlawanannya ke depan. Sekarang!” tukasnya.





