JAKARTA, KOMPAS.com - Tanggul mitigasi yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dinilai belum optimal dalam melindungi kawasan RW 22, Muara Angke, Jakarta Utara, secara menyeluruh.
Membentang sepanjang 1,1 kilometer (KM) di tengah pemukiman warga, tanggul mitigasi itu dinilai membuat dua RT di RW 22 justru mengalami banjir rob semakin parah dan sulit surut.
Hal itu disebabkan karena RT 06 dan 07 yang merupakan kawasan rumah panggung dan apung berada persis di bibir kali atau muara menjadi lebih rendah, dibandingkan tanggul mitigasi yang dibangun.
Imbasnya, ketika air laut meluap ke daratan tidak bisa mengalir ke daerah lainnya, karena tertahan tanggul mitigasi, sehingga banjir rob hanya menggenang di dua RT tersebut saja.
Baca juga: Tanggul Pasir Ala Belanda Dinilai Efektif Cegah Rob di Pesisir Jakarta
Oleh karena itu, sejumlah warga berharap agar Pemprov Jakarta segera membangun National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) supaya seluruh kawasan RW 22 bisa terhindar dari banjir rob.
"Ya, supaya pembangunan tanggul NCICD segera dilakukan, kalau sudah dibangun pastinya lebih aman," kata Ketua RT 06 Warya ketika dihubungi, Kamis (21/5/2026).
Sebab, area yang masih terendam banjir tersebut terdapat sekitar 230 unit rumah panggung, serta apung dan semuanya berpenghuni.
Meski warga tetap aman karena rumahnya panggung, tetap saja aktivitasnya tetap terhambat ketika banjir rob tiba.
Warga RW 22 lain bernama Carwiti (49), juga berharap agar pembangunan NCICD bisa disegarakan.
"Harapan saya adalah di sini segera dibangun tanggul supaya kami nyaman. Di sana jalannya (tanggul mitigasi) sudah enak, kalau di sini ada tanggul juga kan enak, jadi kami tidak kebagian banjir lagi," tutur dia di lokasi, Kamis.
Sebab, sejak adanya tanggul mitigasi, banjir di rumah Carwiti justru lebih lama surut dan terkadang membutuhkan waktu seharian.
Padahal sebelum ada tanggul, dalam hitungan jam saja, banjir rob di rumahnya bisa surut, karena airnya terbagi ke wilayah RT lain.
Jalan rusak jadi bagusMeski begitu, ia tetap menilai keberadaan tanggul mitigasi juga mendatangkan banyak manfaat, meski belum optimal dalam melindungi rumah warga dari banjir rob.
Sebab, pembangunan tanggul mitigasi itu bisa membuat jalan rusak di Muara Angke yang sudah puluhan tahun lamanya, kini menjadi mulus.
Dengan begitu, kata Carwiti, warga hanya perlu menerobos banjir sampai depan gang saja ketika ingin beraktivitas seperti bersekolah.





