Grid.ID – Membangun kedekatan atau chemistry antar pemain menjadi kunci utama keberhasilan sebuah film, terutama jika genre yang diangkat sangat intens. Hal inilah yang dilakukan Baim Wong dan Acha Septriasa untuk film terbaru, Suamiku Lukaku.
Film ini mengangkat isu sensitif mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Menariknya, di balik adegan-adegan yang penuh ketegangan dan menguras emosi, ternyata ada rahasia sederhana namun efektif yang dilakukan Baim Wong untuk menjalin kedekatan dengan lawan mainnya itu.
Chemistry Lewat Traktir Makan
Bagi Acha Septriasa, bekerja sama dengan Baim Wong berarti "urusan perut" terjamin. Soalnya selama proses syuting dan persiapan, Baim yang dikenal hobi kuliner ternyata sering memanjakan Acha dengan berbagai makanan lezat.
"Iya, kalau saya dikasih makan terus," ungkap Acha Septriasa di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Sambil bercanda, Acha meluruskan bahwa Baim tidak menyuapinya, melainkan royal memberikan traktiran.
"Bukan disuapin kak, tapi ditraktir, dikasih makan-makan yang enak-enak. Kalau Baim itu nggak pernah kasih makanan yang nggak enak, dia hobi makan," tambah Acha sambil tertawa.
Persahabatan Lama yang Memudahkan Proses
Baim Wong sendiri mengakui bahwa membangun chemistry dengan Acha bukanlah perkara sulit. Hal ini dikarenakan keduanya sudah bersahabat sejak lama. Pertemuan kembali di proyek film ini pun disambut baik oleh keduanya.
"Kita sebenarnya sudah lama sih temenan. Jadi pas pertama kali syuting, kita lama ngobrol sama makan. Akhirnya chemistry itu gampang timbul lagi, tenang saja pas mainnya," jelas Baim Wong.
Menurut Baim, kenyamanan yang terbangun saat mengobrol dan makan bersama menjadi modal penting ketika mereka harus masuk ke adegan-adegan berat yang memerlukan kepercayaan tinggi satu sama lain.
Meski di balik layar mereka sangat akrab berkat sesi makan-makan, penonton justru akan melihat pemandangan yang jauh berbeda di dalam film. Kedekatan tersebut justru digunakan Baim untuk "menekan" emosi Acha agar aktingnya terlihat sangat nyata.
Baim mengungkapkan bahwa ia sering melakukan improvisasi fisik yang mengejutkan tanpa memberi tahu Acha terlebih dahulu agar reaksi yang keluar benar-benar natural.
"Senjata saya itu saya nggak kasih tahu dia apa yang mau saya lakuin, dia harus kaget. Pas dia dialog, saya nggak mau dengerin itu, saya pegang muka dia (dengan keras). Dia pas balik, matanya merah lihat saya, dan akhirnya aktingnya bagus," kata Baim.
Saking totalnya, Acha bahkan sempat mengalami pecah pembuluh darah kecil di wajah akibat tekanan emosi yang luar biasa saat syuting.
"Dia jahat banget (di film)," puji Acha.
Film yang mulai tayang 27 Mei 2026 ini diharapkan tidak hanya menampilkan chemistry apik keduanya sebagai pemain, tetapi juga memberikan edukasi bagi masyarakat luas mengenai pentingnya bersuara melawan KDRT. (*)
Artikel Asli



