PYONGYANG, KOMPAS.TV - Korea Utara murka Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan senjata ke Korea Selatan.
Rezim Kim Jong-un pada Kamis (21/5/2026), memperingatkan akan mengambil tindakan balasan, dan mengecamnya sebagai bagian dari peningkatan militer yang sembrono.
Dikutip dari Korea JoongAng Daily komentar yang disiarkan Kantor Berita Korea Utara (KCNA), mengatakan peningkatan kondisi itu akan mendorongnya lebih memperkuat pencegahan militer.
Baca Juga: Massa Bakar Rumah Sakit Perawatan Ebola di RD Kongo, Berawal Marah Keluarga Pasien Meninggal
Rezim Kim Jong-un juga berjanji menggandakan upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya.
Pyongyang mengecam persetujuan tersebut sebagai skema Washington untuk menggunakan Seoul, sebagai brigade penyerang bersenjata dalam upaya mencapai hegemoni strategis di kawasan Asia-Pasifik.
“Peningkatan persenjataan sepihak yang melampaui sifat defensif hanya akan memprovokasi tindakan balasan dari pihak lain untuk mengamankan kekuatan militer yang luar biasa,” bunyi peringatan Pyongyang.
“Keseriusan peningkatan dan penjualan persenjataan tersebut terletak pada kenyataan bahwa hal itu jauh melampaui kebutuhan pertahanan biasa dan dilakukan dengan cara khusus yang ditujukan untuk serangan militer terhadap negara-negara tertentu,” ujar peringatan itu yang juga mengutip pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara.
Pada awal pekan, Departemen Luar Negeri AS telah mengotorisasi potensi penjualan helikopter multimisi Angkatan Laut, MH-60R.
Baca Juga: Presiden Korea Selatan Berpikir Tangkap Netanyahu, Buntut Penahanan Aktivis Global Sumud Flotilla
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Korea JoongAng Daily
- korea utara
- kim jong-un
- murka
- amerika serikat
- penjualan senjata
- korea selatan





