Anggota Komisi I DPR Desak Pemerintah Bawa Kasus Penyiksaan 9 WNI oleh Israel ke ICC

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Anggota Komisi I DPR Desak Pemerintah Bawa Kasus Penyiksaan 9 WNI oleh Israel ke ICCNasional | okezone | Jum'at, 22 Mei 2026 - 16:32

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal mendorong Pemerintah untuk membawa kasus 9 warga negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang diduga diintimidasi dan disiksa tentara Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Politikus yang akrab disapa Deng Ical itu mengatakan bahwa Indonesia perlu menggalang kesepakatan dengan negara lain untuk mengambil langkah ini.

"Menggalang kesepakatan untuk membawa masalah ini ke ICC sambil mendorong Palestina membawa ke ICJ," ujar Deng Ical saat dihubungi, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, Mahkamah Pidana Internasional akan menerbitkan keputusan kejahatan terhadap kemanusiaan dan bisa menjadi pintu untuk menghukum Israel.

"Hasil yang diharapkan ada ketetapan Mahkamah Internasional untuk menghukum tentara Israel dan menyatakan sebagai kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan, bukan hanya pemimpin Israel tapi juga personel tentara. Berarti ada penyelidikan terbuka," tegas Deng Ical.

Baca Juga:Polisi Kirim SPDP Kasus Penusukan Nus Kei ke Jaksa, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Selain itu, Deng Ical juga menyarankan Pemerintah untuk menggalang dukungan negara lain untuk mengutuk tindakan Israel yang mengintimidasi para aktivis GSF.

"Menggalang dukungan bersama antarnegara untuk menciptakan opini publik dan dukungan sosial untuk mengutuk tindakan Israel," katanya.

Bagi Deng Ical, tindakan tentara Israel yang menculik dan mengintimidasi aktivis GSF telah melewati batas kepantasan dan kemanusiaan.

"Perlakuan tentara Israel 'melewati batas', batas kepantasan juga kemanusiaan dan sudah berulang-ulang," pungkasnya.

Sebelumnya, Konsul Jenderal (Konjen) RI di Istanbul, Turki, Darianto Harsono telah menyambut sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 usai diculik Israel di perairan internasional. Dia menyampaikan para WNI dalam kondisi sehat.

 

"Kami Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF, telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat," ujar Darianto dalam video yang diunggah Menlu Sugiono di Instagram, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga:Kendal Waspada Kemarau Ekstrem Dampak Godzilla El Nino, Kekeringan dan Karhutla Mengintai

Darianto mengungkapkan, para WNI mengalami kekerasan fisik selama diculik dan ditahan oleh militer Israel seperti ditendang, dipukul hingga disetrum.

"Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum," ungkapnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Bikin Sayembara Rp750 Juta, Sosok Misterius Ini Dicari Hidup atau Mati
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
YLBH Desak Polisi Usut Dugaan Pengeroyokan oleh Anggota DPRK Nagan Raya
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Soal Antrean Panjang di SPBU, Pertamina Patra Niaga Optimalkan Penyaluran Biosolar di Padang
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Al dan Dul Menangis Dengar Ahmad Dhani-Mulan Jameela Mau Cerai, Gimana dengan El Rumi?
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Satu Orang Tewas dalam Ledakan di Pabrik Kimia di Hongaria
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.