Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Donald Trump selama ini melancarkan kebijakan 'protektif' dalam ekspor teknologi buatan Amerika Serikat (AS) ke luar negeri, terutama ke China. Hal ini ditengarai kekhawatiran AS bahwa China akan menggunakan teknologinya untuk memperkuat militernya.
Adapun kontrol ekspor yang paling ketat adalah chip kecerdasan buatan (AI). Kebijakan ini sudah membuat raksasa chip AS, Nvidia, kehilangan salah satu pasar terbesarnya.
Di sisi lain, kebijakan Trump justru menjadi senjata makan tuan. Berkat kontrol ekspor tersebut, China malah semangat mengembangkan industri chip AI dalam negeri. Prioritas China jelas, yakni melepas ketergantungan teknologi terhadap AS.
Saat dominasinya di sektor AI makin terhimpit, Trump baru sadar pentingnya membuka akses ke luar negeri. Pada Kamis (21/5) waktu setempat, menurut dokumen yang dilihat Reuters, pemerintahan Trump berencana meluncurkan program baru untuk membujuk perusahaan asing membeli perangkat AI asal AS dengan pendanaan ekspor senilai miliaran dolar.
Rencana ini merupakan upaya terbaru AS untuk mengalahkan China dalam persaingan memperluas penggunaan teknologinya di seluruh dunia, dikutip dari Reuters, Jumat (22/5/2026).
Bank Ekspor-Impor AS (EXIM) diprediksi akan menyetujui rencana tersebut dalam waktu dekat. EXIM akan menyediakan pembiayaan bagi pembelian alat-alat AI asal AS oleh pihak asing, menurut deskripsi program satu halaman yang dilihat Reuters.
Di bawah program tersebut, Kementerian Perdagangan AS harus menyetujui lisensi khusus untuk teknologi AI sensitif, seperti chip canggih seperti yang dibuat Nvidia, sebelum kesepakatan pembiayaan dapat ditandatangani.
- Ternyata Iran Lebih Kuat dari Trump Kira, Bukti Baru Menang Lawan AS
- 20 Perusahaan Minyak Terbesar di Dunia, Arab Melawan AS & China
Dukungan keuangan dari EXIM akan mencakup asuransi dan jaminan pinjaman untuk transaksi jangka menengah dan pinjaman langsung, serta jaminan pinjaman untuk kesepakatan jangka panjang, demikian tertera dokumen tersebut.
"Inisiatif ekspor AI memperkuat kepemimpinan AI AS dengan memodernisasi alat pembiayaan EXIM dan mendukung ekspor teknologi AI AS yang terpercaya di berbagai industri masa depan," kata dokumen tersebut.
Belum jelas negara dan perusahaan mana yang akan diuntungkan dari program baru ini. Yang pasti, langkah ini menunjukkan pemerintahan Trump melihat ekspor AI AS secara global sebagai hal penting untuk memenangkan perlombaan AI melawan China.
Bulan lalu, DeepSeek dari China merilis model AI sumber terbuka (open source) gratis yang dirancang khusus untuk chip buatan Huawei. Menurut beberapa pendukung AI, langkah ini menunjukkan China sedang berupaya mendapatkan pengaruh global, baik dalam hardware maupun software, yang digunakan untuk menciptakan sistem AI.
Model DeepSeek telah banyak digunakan selama setahun terakhir karena mampu bersaing dengan kemampuan model AI asal AS, meskipun beberapa perusahaan AS menuduh DeepSeek memanfaatkan teknologi mereka.
Sejak era pemerintahan Joe Biden, AS sudah melarang akses ke chip AI canggih AS yang dibuat Nvidia dan AMD. Hal ini membuka peluang baru bagi China dan banyak negara yang dianggap berisiko tinggi untuk mengalihkan teknologi berharga tersebut ke China.
(fab/fab) Add as a preferred
source on Google




