Kisah Jurnalis Indonesia Disiksa oleh Tentara Israel Selama 3 Hari, Diinjak hingga Disetrum

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Saat diculik, jurnalis Indonesia disiksa oleh tentara Israel selama 3 hari berturut-turut. Mereka mengaku alami kekerasan fisik hingga disetrum oleh militer Israel.

Dua orang jurnalis asal Indonesia, yakni Andre Prasetyo Nugroho, wartawan Tempo dan Rahendro Herubowo, jurnalis lepas, menceritakan pengalamannya saat diculik oleh tentara Israel. Kedua jurnalis yang tergabung dalam rombongan Global Sumud Flotilla ini, ditangkap setelah kapal mereka diintersep oleh militer Israel di perairan Internasional menuju Gaza.

Sempat ditahan selama beberapa hari oleh tentara Israel, kini kedua jurnalis tersebut bersama WNI lainnya telah berada di lokasi yang aman di Turki. Mereka juga tengah menjalani medical check up usai mengalami kekerasan fisik.

Kisah jurnalis Indonesia disiksa oleh tentara Israel selama 3 hari ini bermula saat kapal yang mereka tumpangi tiba-tiba dicegat oleh kapal militer Israel. Andre menyebut awalnya para tentara Israel bersikap baik.

“Ketika [kita] diintersep itu, mereka kayak malaikat, ‘Everything is okay. It’s fine,’” kata Andre menirukan perkataan militer Israel, dikutip dari Tribunnews.com.

Akan tetapi, situasi mendadak berubah drastis saat mereka masuk kapal. Para tentara Israel melakukan kekerasan dan berteriak, "Teroris!"

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram Chiki Fawzi, Andre juga mengatakan bahwa rekannya, jurnalis Republik bernama Thoudy Badai, sampai lemas akibat perlakuan tentara Israel.

Usai ditangkap, para relawan kemanusiaan tersebut kemudian dibawa ke Kota Ashdod, Israel, yang berjarak kurang lebih 40 km dari Kota Gaza, Palestina. Di sana, mereka mendapat perlakuan yang lebih kejam.

Andre bahkan menyebut siksaan yang dilakukan oleh tentara Israel adalah siksaan paling keji yang tak bisa ia maafkan.

"Pas sudah sampai Ashdod, di tanah itu, itu paling keji. Paling keji. Nggak bisa saya maafin," terang Andre.

"Kepala saya ini mungkin cengkung kayaknya," lanjutnya sambil menunjukkan kepala.

 

Para tentara tersebut juga mengikat kedua tangan mereka dengan sangat kencang hingga membuatnya kesakitan.

"Saya nahan kadang pakai kepala, pakai jidat. Tangan gua di belakang, itu mau mati karena dia [Israel] ngikatnya terlalu tebal.”

"Ini ditarik-tarik," imbuhnya.

Senada dengan Andre, jurnalis lepas Rahendro Herubowo juga menceritakan penyiksaan yang ia alami saat ditangkap tentara Israel. Ia pun mengaku tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di salah satu rumah sakit di Turki.

“Ya Alhamdulillah sekarang kita sedang menjalani medical check up, tadi baru diambil darah,” ujar Rahendro.

Jurnalis Indonesia ini disiksa oleh tentara Israel dengan pukulan empat kali di bagian perut, dada, dan punggungnya. Ia pun ingin memastikan kondisi kesehatannya dengan pemeriksaan ini.

“Kita mau konsultasi soalnya ini (sambil nunjuk perut bagian kanan) mengalami beberapa kekerasan sampai mungkin 3 sampai 4 kali. Kemudian di depan (nunjuk dada),” jelasnya.

Lebih lanjut, Rahendro menyebut bahwa dirinya juga diinjak oleh tentara Israel. Ia bahkan sempat disetrum dalam penahanan tersebut.

“Belakang juga saya diinjek dan terakhir disetrum. Sekarang ini kalau batuk angkat tangan itu kaya ketarik, mudah-mudahan enggak apa-apa ya. Kita periksa di sini misalnya di sini harus ada pemeriksaan lanjutan di rumah sakit Indonesia lah kalau misalkan harus ada perawatan,” kata Rahendro.

Tak hanya Rahendro, Andre rupanya juga sempat disetrum oleh tentara Israel. Ia pun mengaku disetrum di bagian kaki.

“Iya disetrum, saya juga kena setrum (nunjuk kaki bagian kiri) karena gua bagian terakhir kepala kita (disuruh sujud),” ujarnya.

 

Pemulangan 9 WNI ke Indonesia

Diketahui, sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditangkap oleh tentara Israel, telah tiba di Istanbul, Turki, setelah dibebaskan pada Kamis (21/5/2026). Kesembilan WNI tersebut rencananya akan kembali dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu (23/5/2026) besok.

"Insya Allah akan kembali ke Tanah Air, yang direncanakan sih insya Allah kalau tidak ada kendala besok, Sabtu ya," kata Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Harfin Naqsyabandy, dikutip dari Kompas.com.

Harfin mengungkapkan bahwa proses pemulangan para relawan ke Istanbul berjalan dengan lancar berkat kerja sama dari berbagai pihak.

"Ya ada SOP-nya nanti ada pemeriksaan, testimoni video untuk kesaksian sebagai bukti kekerasan Zionis nanti akan dikumpulkan dulu gitu buat bahan laporan," ujar Harfin.

Lebih lanjut, GPCI juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, KBRI, serta Komisi I DPR RI yang sangat responsif dan profesional dalam mengawal keselamatan para WNI yang ditahan tentara Israel.

"Poinnya adalah pemerintah luar biasa membantu ya, membantu proses inilah gitu ya. Baik Pak Menlu dan Kemlu, KBRI, semua itu membantu proses ini. Pokoknya ini luar biasa, kami GPCI juga berterima kasih banyak ya kepada Kemlu, kepada Pak Menteri," tutur Harfin.

"Kepada Komisi I DPR RI, itu jangan lupa mereka juga luar biasa loh itu dorongannya untuk upaya-upaya ini juga ada gitu lho. Jadi intinya semua pihak banyak membantu termasuk tim Global Freedom Flotilla, tim GPCI yang ada di Turki gitu kan. Semuanya juga membantu semua proses pemulangan ke Istanbul gitu kan," pungkasnya.

Dikabarkan sebelumnya, sembilan orang WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, ditangkap oleh tentara Israel saat mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza, pada Senin (18/5/2026) malam. Para relawan dan jurnalis tersebut berada di beberapa kapal yang berbeda saat ditangkap.

Usai ditangkap, kisah jurnalis Indonesia disiksa oleh tentara Israel selama 3 hari berturut-turut menjadi perhatian banyak pihak. Publik mengecam dan menuntut agar akses bantuan kemanusiaan ke Gaza dibuka, serta perlindungan terhadap relawan dan jurnalis internasional dijamin sesuai hukum internasional. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKS komitmen perkuat fundamental bangsa di tengah dinamika global
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Heboh Pewaris Dinasti Bir di Thailand Ungkap Alami Pelecehan Seksual dari Kakak Kandung
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kata Bos Alfamart (AMRT) setelah Belasan Gerai Ditutup Pemda Lombok Tengah
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sejumlah Polisi dan Anggota TNI Ditangkap karena Terlibat Narkoba, Ada Apa?
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Profil-LHKPN Eks Dirjen SDA KemenPU Dwi Purwantoro yang Jadi Tersangka Pemerasan
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.