Pantau - Pemerintah Indonesia dan Inggris membahas penguatan rantai pasok produk halal melalui pertemuan antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan British Chamber of Commerce in Indonesia (BritCham Indonesia).
Pertemuan tersebut juga membahas implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat perdagangan dan distribusi produk di pasar global.
Dialog Strategis Regulasi dan Dunia UsahaKepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan pertemuan dengan BritCham menjadi forum dialog strategis antara regulator dan pelaku usaha multinasional guna memperkuat implementasi kewajiban sertifikasi halal.
Menurut Haikal, implementasi wajib halal merupakan bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen global terhadap produk yang beredar di Indonesia.
"Halal bukan hambatan perdagangan. Halal adalah customer satisfaction dan loyalitas pelanggan. Ketika kepastian halal terbangun dengan baik, maka produk akan memiliki nilai tambah dan daya saing yang semakin kuat di pasar global," ungkap Haikal.
BPJPH juga disebut terus membuka ruang dialog bersama pelaku usaha agar implementasi regulasi halal dapat berjalan secara bertahap, adaptif, dan mendukung keberlangsungan industri nasional maupun internasional.
"Yang terpenting adalah bagaimana ekosistem halal ini tumbuh bersama. Regulasi berjalan, pelaku usaha juga mendapatkan kepastian dan pendampingan," ujar Haikal.
BritCham Dorong Implementasi Halal yang EfektifExecutive Director BritCham Indonesia Anggarini Sesotyoningtyas mengapresiasi keterbukaan BPJPH dalam membangun komunikasi dengan dunia usaha internasional.
Menurut Anggarini, dialog konstruktif sangat penting untuk mendukung implementasi halal yang efektif dan selaras dengan dinamika rantai pasok global.
"Kami berterima kasih atas keterbukaan dialog ini. Kami membawa berbagai perwakilan bisnis bersama British Embassy untuk berdiskusi mengenai implementasi halal di Indonesia. Kami juga ingin memberikan masukan langsung dari lapangan," kata Anggarini.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat implementasi sertifikasi halal sekaligus mendukung kelancaran perdagangan dan distribusi produk halal antara Indonesia dan Inggris.




