Timnas Indonesia kembali menatap perjuangan di ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan membawa harapan besar untuk mengakhiri kutukan tanpa gelar. Namun, pelatih John Herdman memilih pendekatan berbeda dengan tidak ingin tim terlalu terbebani target juara sejak awal turnamen.
Herdman menilai tekanan besar untuk langsung menjadi juara justru bisa mengganggu fokus para pemain. Karena itu, ia meminta skuad Garuda hanya memikirkan satu pertandingan demi satu pertandingan selama turnamen berlangsung.
Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang yang menyakitkan di ajang Piala AFF. Tim Garuda sudah enam kali mencapai partai final, tetapi seluruhnya berakhir tanpa trofi juara.
Kondisi itu membuat ekspektasi publik terhadap Timnas Indonesia selalu sangat tinggi setiap kali tampil di turnamen Asia Tenggara. Herdman memahami situasi tersebut, tetapi ia tak ingin pemain terjebak dalam bayang-bayang kegagalan masa lalu.
“Satu pertandingan demi satu pertandingan. Kalau terlalu fokus pada hasil akhir, anda kehilangan proses,” kata Herdman kepada wartawan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.
Pelatih asal Inggris itu mencoba membangun mental baru di dalam skuad Timnas Indonesia. Ia ingin para pemain fokus terhadap proses, konsistensi, dan cara bermain, bukan sekadar tekanan harus mengangkat trofi.
Herdman kemudian membagikan pengalamannya saat menangani timnas Kanada menuju 2022 FIFA World Cup. Saat itu Kanada berhasil lolos ke Piala Dunia setelah absen selama 36 tahun.
Menurut Herdman, keberhasilan Kanada bukan dibangun dengan memikirkan gelar atau hasil akhir sejak awal. Timnya kala itu hanya fokus menjalani pertandingan demi pertandingan selama fase kualifikasi.
“Saat saya membawa Kanada lolos Piala Dunia, kami menjalani 17 pertandingan kualifikasi. Tidak pernah sekali pun kami melihat puncak gunung,” ujar Herdman.
“Di awal kami hanya berkomitmen pada target poin, lalu fokus satu lawan demi satu lawan. Setiap laga adalah pertarungan berbeda. Sekarang juga sama,” lanjutnya.
Di Piala AFF 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapore national football team, Vietnam national football team, Cambodia national football team, serta pemenang play-off antara Brunei national football team dan Timor-Leste national football team.
Tim Garuda akan membuka turnamen dengan menghadapi Kamboja pada 27 Juli 2026. Setelah itu, Indonesia melakoni laga tandang melawan pemenang play-off Brunei Darussalam atau Timor Leste pada 31 Juli.
Laga berat kemudian menanti saat Indonesia menjamu Vietnam pada 3 Agustus. Tim Garuda menutup fase grup dengan bertandang ke markas Singapura pada 7 Agustus.
Meski publik mulai membicarakan peluang juara, Herdman tetap menolak terlalu jauh memikirkan final. Ia menegaskan fokus utama tim saat ini hanyalah laga pembuka melawan Kamboja.
“Lawan pertama siapa? Kamboja. Itu saja fokus kami. Lawan Kamboja, kami bertarung dan menang. Lalu laga berikutnya. Saya tidak mau bicara soal ‘kami harus juara’,” tegas Herdman.
Baca Juga: Gebrakan Herdman! 6 Pemain Keturunan dari Eropa hingga Amerika Masuk Radar Timnas Indonesia
Pendekatan tersebut menjadi sinyal bahwa Herdman ingin membangun fondasi mental yang lebih stabil untuk Timnas Indonesia. Ia mencoba mengubah pola pikir skuad Garuda dari sekadar mengejar mimpi besar menjadi tim yang matang menghadapi setiap pertandingan.
Dengan sejarah panjang kegagalan di final AFF, perubahan mentalitas itu kini menjadi tantangan terbesar Herdman. Pelatih berusia 50 tahun tersebut berharap proses yang benar akan membawa Timnas Indonesia keluar dari kutukan runner-up dan akhirnya meraih gelar perdana di Asia Tenggara.





